Arisan DWP Kanwil Sajikan Makanan Bergizi dan Kaya Kalsium
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Arisan Bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Riau, Jumat (11/2) kemarin hadir dengan format yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Karena pada arisan bulanan kali ini, Pengurus DWP Kanwil Kemenag Riau mengangkat suatu kegiatan yang...
Pekanbaru (Humas)- Arisan Bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Riau, Jumat (11/2) kemarin hadir dengan format yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Karena pada arisan bulanan kali ini, Pengurus DWP Kanwil Kemenag Riau mengangkat suatu kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, yaitu Siklus Hidup Manusia dan Masalah Kesehatan dengan pembicara H. A Naruadu S Si dari CNI Cabang Pekanbaru.
Menurutnya, kesehatan itu sangat mahal harganya, Ungkpan tersebut baru terasa bermakna bila sudah dihadapkan pada persoalan penyakit, saat waktu, materi dan tenaga terkuras, ditambah lagi tekanan psikologis. "Di Dunia saat ini tercatata 15 juta kasus kanker, 171 juta kasus diabetes militus, 680 juta kasus jantung dan 2 Miliar kasus osteoporosis atau tulang keropos yang disebebakan karena cuaca, budaya makan, dan jenis makananan yang dikonsumsi. Dan yang paling banyak itu adalah osteoporosis atau menurunya massa tulang akibat berkurangnya pembentukan dan meningkatnya perusakan tulang," jelasw Mariadi dihadapai ibu- ibu DWP yang hadir di Aula Kanwil Kemenag Riau.
"Dari segi makanan yang bisa menyebabkan kalsium dalam tubuh berkurang diantaranya adalah gula, protein hewani, teh, minuman bersoda, alkohol, serta dan susu/ keju. Karena sebagian makanan dan minuman tadi bersifat asam sehingga tubuh kita akan menetralkannya dengan menggunakan kalsium, sebagian lagi menghalangi penyerapan kalsium," tambahnya.
Untuk pencegahan penyakit secara dini khususnya penyakit oeteoporosis, karena dari satu dari lima orang Indonesia beresiko mengalami osteoporosis yang bisa menyebabkan patah tulang, khususnya pada tulang belakang, tulangn panggul dan pergelangan tangan. Untuk mencegah kondisi tersebut, maka manusia membutuhkan kalsuim 400 mg/ perhari hingga 1200 mg/ perhari (bayi hingga usia lanjut). "Pemenuhan kebutuhan akan kalsium tersebut bisa melalui obat-pobatan maupun makanan, pemberian vitamin D dengan cara berjemur dengan sinar matahari 15- 30 menit sehari dan sebagainya," ungkapnya.
Pada kesempatan tesebut ia menampilkan beberapa olahan makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti keju, yogurt dan sebagainya yang dipadu padankan dengan buah-buahan. "Untuk anak-anak yang tidak suka sayur-sayuran ibu- ibu bisa menciptakan jus dari sayuran, dicampur tapai dan susu. Dan beberapa jenis olahan makanan yang berkalsium," ujarnya seraya memberikan kesempatan kepada anggota DWP yang hadir untuk menyicipi menu kaya kalsium . (msd)