0 menit baca 0 %

Arisman Arianto : Tiga Perumpamaan Ummat Islam Dalam Menunaikan Ibadah Puasa

Ringkasan: Kuansing (Inmas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik, Arisman Arianto, S.Sos.I., memberikan santapan rohani pada malam ke-13 Ramadhan 1445 H. Santapan rohani Ramadhan disampaikan dihadapan jama'ah Masjid Besar Muhajirin Desa Kampung Baru, Kecamatan Gunung Toar, Jum'at (22/03/202...

Kuansing (Inmas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik, Arisman Arianto, S.Sos.I., memberikan santapan rohani pada malam ke-13 Ramadhan 1445 H. Santapan rohani Ramadhan disampaikan dihadapan jama'ah Masjid Besar Muhajirin Desa Kampung Baru, Kecamatan Gunung Toar, Jum'at (22/03/2024). 


Sebelum shalat Tarawih didirikan, di awal tausiyahnya Arisman Arianto mengajak semua jama'ah yang hadir agar bersyukur kepada Allah SWT karena dipertemukan dengan bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Sebagaiman yang disebutkan Rasulullah Muhammad SAW dalam haditsnya, ummat Islam diwajibkan bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. 


Selanjutnya Arisman Arianto menyebutkan bahwa pada bulan Ramadhan ummat Islam diwajibkan berpuasa. Selain itu dianjurkan pula untuk melakukan amalan-amalan kebaikan dan amalan yang disunnahkan Rasulullah. "Di bulan Ramadhan dibukakan pintu-pintu syurga. Artinya, kita diberikan kesempatan untuk beramal shaleh sebanyak-banyaknya," terang Arisman. 


"Kemudian pada bulan Ramadhan, Allah SWT menutup semua pintu-pintu neraka. Makna dari pintu-pintu neraka ditutup ialah pada upaya menusia untuk menutup pintu-pintu maksiat, perbuatan keji, dan syahwat. Adapun setan-setan dibelenggu artinya pada usaha manusia untuk membelenggu atau memenjarakan perilaku-perilaku setan yang ada pada dirinya," jelas Arisman. 


Sebelum mengakhiri santapan rohani Ramadhannya, Kepala KUA Kuantan Mudik tersebut mengumpamakan 3 (tiga) golongan manusia dalam menunaikan ibadah puasa. Beliau mengangkat kisah yang ditulis dalam buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka. Kisah yang terjadi pada zaman kekaisaran Raja Zulkarnain dan pasukan perangnya. 


"Ada 3 kelompok manusia dalam menjalankan ibadah puasa seperti kisah pasukan perang Raja Zulkarnain yang diceritakan tadi. Pertama, orang yang mengacuhkan perintah Allah, dan mereka tidak berpuasa. Kedua, orang yang berpuasa, tetapi tidak menjaga pandangan, ucapan, pikiran, dan hati mereka dari yang membatalkan puasa. Dan ketiga, orang yang bersungguh-sungguh memanfaatkan Ramadhan dengan beribadah kepada Allah," kata Arisman mengakhiri tausiyahnya. (YZG)