Kamis, 21 Desember 2023, MTs Al-Ittihadiyah mengadakan Dauroh Mentor. Kegiatan diikuti oleh 26 calon mentor, yang terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 9. Dari 26 orang ini, 10 diantaranya merupakan mentor yang sudah bersertifikat dari Mentor Camp YKPI Al-Ittihad. Para mentor dan calon mentor ini akan terus dibina dan dipersiapkan untuk mengisi mentoring Rohis di MTs Al-Ittihadiyah.Â
Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.30 pagi hingga 17.00 di kelas 8A. Ustadz Syafri Maltos, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Madrasah memberikan sambutan dalam Dauroh Mentor ini.Â
Selanjutnya kegiatan diambil alih oleh Abang-abang dari Mentor Up. Bang Jovan memberikan arahan sebagai pembuka. Beliau adalah Wakil Ketua Bersama Ikatan Rohis Pekanbaru (BIRRU). Beliau menjelaskan cara agar menjadi mentor yang baik. “Ketika menjadi mentor, gunakan energi positif dan harus karena Allah,” ujar lelaki yang juga sebagai CO Founder Mentor Up itu dengan semangat.Â
Setelah materi pertama, para peserta melanjutkan acara dengan ice breaking berkelompok. Peserta ditantang untuk bekerja sama secara berpasangan teman sebangku guna melatih komunikasi antar peserta Dauroh.Â
Materi ke dua dilanjutkan dilanjut tentang mindset seorang mentor yang dibawakan oleh Bang Faren—presiden BIRRU saat ini. Bang Faren menyampaikan dua tipe mindset seorang mentor. Yang pertama growth mindset, yaitu tipikal seorang mentor yang suka tantangan dan hal baru. Tipe kedua adalah fixed mindset yaitu seorang mentor yang tidak ingin keluar dari zona nyamannya dan tidak suka dengan tantangan. Bang Faren menyebutkan bahwa growth mindset adalah salah satu pemikiran yang harus dimiliki seorang mentor.
Materi terakhir tentang personal branding. Bang Hendri banyak menyampaikan trik jitu agar menjadi mentor yang menyenangkan. “Kunci dari menyampaikan sebuah materi adalah komunikasi.” Bang En juga mengatakan, “Kita menyampaikan dakwah sesuai dengan bahasa kaumnya.” Yang artinya, bahwa jika kita ingin menjelaskan suatu materi dengan kelompok kita gunakanlah bahasa yang biasa digunakan kelompok kita agar mudah dipahami. Terakhir, Bang En menambahkan, “Ambil cinta-Nya di langit dan terbarkan di bumi,” tutup Bang En.
Kegiatan terakhir, peserta diminta untuk menuliskan kesimpulan dari materi yang telah diberikan dan menulis kesan untuk Abang mentor yang telah menyampaikan materi. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.Â
Harapannya, melalui kegiatan ini, MTs Al-Ittihadiyah Pekanbaru dapat melahirkan generasi muda yang sholeh sholehah dan berbakat menjadi mentor yang baik. “Jika tidak bisa menjadi mentor untuk orang lain, maka jadilah mentor untuk diri sendiri.”(Shofiyah9DMTs)