0 menit baca 0 %

Asah Motorik dan Karakter, RA Baitul Jannah Alya Gelar Permainan Tradisional Lu Lu Cina Buta

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Suasana penuh keceriaan tampak di halaman RA Baitul Jannah Alya pada Kamis (28/8/2025). Seluruh peserta didik larut dalam antusiasme saat mengikuti kegiatan permainan tradisional Lu Lu Cina Buta , yang digelar sebagai bagian dari upaya mengembangkan motorik, sosial, serta melati...

Kampar ( Kemenag )---Suasana penuh keceriaan tampak di halaman RA Baitul Jannah Alya pada Kamis (28/8/2025). Seluruh peserta didik larut dalam antusiasme saat mengikuti kegiatan permainan tradisional “Lu Lu Cina Buta”, yang digelar sebagai bagian dari upaya mengembangkan motorik, sosial, serta melatih kekompakan anak-anak sejak usia dini.

Permainan ini dipandu langsung oleh guru kelas, Ribka Stevany Amreni bersama  Elvi Wahyuni, yang memastikan jalannya kegiatan tetap aman, tertib, dan menyenangkan. Anak-anak terlihat riang gembira saat salah satu dari mereka ditutup matanya dan berusaha menangkap teman-temannya berdasarkan suara dan gerakan.

Melalui permainan tradisional ini, anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar banyak hal penting: bekerja sama, melatih keberanian, mengasah keterampilan motorik dan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Kepala RA Baitul Jannah Alya, Jasniwati, S.Pd., menyampaikan bahwa permainan tradisional seperti Lu Lu Cina Buta memiliki nilai edukatif sekaligus mengandung kearifan budaya bangsa.

 “Permainan tradisional bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Anak-anak belajar kebersamaan, sportivitas, dan keberanian. Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut agar anak-anak tumbuh sehat, ceria, dan cinta pada budaya bangsa,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, RA Baitul Jannah Alya menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi madrasah, yaitu mencerdaskan anak dengan ilmu pengetahuan serta mendidik dengan nilai-nilai Al-Qur’an, demi lahirnya generasi Islami yang sehat jasmani dan rohani.