0 menit baca 0 %

Asdilita Okta Guru MtsN 1 Pekanbaru: keterbatasan fisik membatasi geraknya, tetapi tak membatasi mimpi, kehidupan dan cita-citanya

Ringkasan: Riau (Inmas) - Keterbatasan fisik dari lahir tidak membuat Asdilita Okta Gumaningrum,  S. Si  malu untuk mendidik generasi penerus bangsa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pekanbaru.  Untuk membantu proses belajar mengajar, Asdilita memanfaatkan kaki sambung terbuat dari stainless steel.

Riau (Inmas) - Keterbatasan fisik dari lahir tidak membuat Asdilita Okta Gumaningrum,  S. Si  malu untuk mendidik generasi penerus bangsa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pekanbaru.  Untuk membantu proses belajar mengajar, Asdilita memanfaatkan kaki sambung terbuat dari stainless steel. Kendati demikian, semangatnya untuk mencerdaskan generasi bangsa tidak surut begitu saja  Menjadikan Ibunya sebagai motivasi dalam beraktifitas membuat beliau tetap tegar menjalani aktifitasnya.

Putri bungsu pasangan Marwa Atun dan Suwito Hadi itu merupakan CPNS Kementerian Agama Prov. Riau Tahun 2018. Beranggapan status sebagai PNS yang dijalaninya merupakan bonus dari Allah, Asdilita berprinsip bukan halangan untuk meraih impian, tetap gigih memberikan ilmu untuk murid-muridnya.

“Motivasi saya ibu saya, Ibu saya seorang janda (pensiunan PNS). Sejak kecil sudah dibekali dengan berbagai ilmu (kursus tataboga, menjahit, tatarias wajah, dan tatarias rambut). Beliau mempersiapkan saya untuk mandiri dengan segala keahlian yang saya miliki. Menjadi PNS buat saya adalah sebuah bonus dari Allah, Lagian kita hidup harus tetap berjalan apapun keadaannya. Meskipun dengan keterbatasan tetapi bukan menjadi alasan untuk meraih impian”.

Kerja ikhlas dibarengi doa selalu ia terapkan ketika ia mengajar murid-muridnya.  Meski ada kendala pada alat bantu kaki yang dipakainya , Asdilita berharap dan berpesan bagi sesama guru yang memiliki keterbatasan untuk tetap mengabdi dengan sepenuh hati.

“Harapan saya supaya guru Disabilitas tetap terus mengabdi dengan sepenuh hati. Jadikan diri sebagai bukti dan motivasi untuk anak didik, untuk belajar bersyukur dan yakin bahwa ikhtiar tidak akan pernah mengkhianati hasil, Manjadda Wa Jada”.

Diperingatan Hari Guru Tahun 2021, Gubernur Riau memberikan bantuan sepasang kaki palsu kepada guru yang tidak menyerah meskipun perjalanan pengabdiannya menempuh jarak 12 Km dari rumahnya Umban sari menuju Madrasahnya. Dengan prinsip “keterbatasan fisik membatasi geraknya, tetapi tak membatasi mimpi, kehidupan dan cita-citanya”.