Riau (Inmas) - Keterbatasan fisik dari lahir tidak
membuat Asdilita Okta Gumaningrum, S. Si malu untuk mendidik generasi penerus bangsa di
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pekanbaru. Untuk membantu proses belajar mengajar, Asdilita memanfaatkan
kaki sambung terbuat dari stainless
steel. Kendati demikian, semangatnya untuk mencerdaskan generasi
bangsa tidak surut begitu saja Menjadikan Ibunya
sebagai motivasi dalam beraktifitas membuat beliau tetap tegar menjalani
aktifitasnya.
Putri bungsu pasangan Marwa Atun dan Suwito Hadi
itu merupakan
CPNS Kementerian Agama Prov. Riau Tahun 2018. Beranggapan status sebagai PNS
yang dijalaninya merupakan bonus dari Allah, Asdilita berprinsip bukan halangan
untuk meraih impian, tetap gigih memberikan ilmu untuk murid-muridnya.
“Motivasi saya ibu saya, Ibu saya seorang janda
(pensiunan PNS). Sejak kecil sudah dibekali dengan berbagai ilmu (kursus tataboga,
menjahit, tatarias wajah, dan tatarias rambut). Beliau mempersiapkan saya untuk
mandiri dengan segala keahlian yang saya miliki. Menjadi PNS buat saya adalah
sebuah bonus dari Allah, Lagian kita hidup harus tetap berjalan apapun
keadaannya. Meskipun dengan keterbatasan tetapi bukan menjadi alasan untuk
meraih impian”.
Kerja ikhlas dibarengi doa selalu ia terapkan
ketika ia mengajar murid-muridnya. Meski ada kendala pada alat bantu kaki
yang dipakainya , Asdilita berharap dan berpesan bagi sesama guru yang memiliki
keterbatasan untuk tetap mengabdi dengan sepenuh hati.
“Harapan saya supaya guru Disabilitas tetap
terus mengabdi dengan sepenuh hati. Jadikan diri sebagai bukti dan motivasi
untuk anak didik, untuk belajar bersyukur dan yakin bahwa ikhtiar tidak akan
pernah mengkhianati hasil, Manjadda Wa Jada”.
Diperingatan Hari Guru Tahun 2021, Gubernur
Riau memberikan bantuan sepasang kaki palsu kepada guru yang tidak menyerah
meskipun perjalanan pengabdiannya menempuh jarak 12 Km dari rumahnya Umban sari
menuju Madrasahnya. Dengan prinsip “keterbatasan fisik membatasi geraknya, tetapi tak
membatasi mimpi, kehidupan dan cita-citanya”.