0 menit baca 0 %

ASN Harus Melek Literasi, Tulisan Jadi Wajah Profesionalisme Pelayanan Publik

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Menulis bukan sekadar menuangkan kata di atas kertas. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), keterampilan ini merupakan salah satu instrumen penting untuk menunjukkan profesionalisme sekaligus membangun personal branding. Hal tersebut disampaikan oleh Reski Saputra, Pranata Humas...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Menulis bukan sekadar menuangkan kata di atas kertas. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), keterampilan ini merupakan salah satu instrumen penting untuk menunjukkan profesionalisme sekaligus membangun personal branding. Hal tersebut disampaikan oleh Reski Saputra, Pranata Humas Kankemenag Kabupaten Indragiri Hulu, saat menjadi pemateri pada sesi Penguatan Kompetensi Bidang Teknis (PKTBT) Pelatihan Dasar CPNS Angkatan VIII di Aula MAN 1 Indragiri Hulu, Selasa (02/09/2025).

Dalam paparannya, Reski menekankan pentingnya pemahaman dasar menulis bagi ASN, mulai dari tata naskah dinas, penulisan berita, hingga artikel. Menurutnya, produk tulisan ASN tidak sekadar dokumen administratif, tetapi juga medium komunikasi yang menentukan citra instansi di mata publik.

“Kemampuan menulis adalah wajah ASN yang profesional. Tulisan menjadi penghubung antara instansi dengan instansi lain, instansi dengan masyarakat, maupun pegawai dengan masyarakat. Kalau tulisannya baik, maka kepercayaan publik juga akan meningkat,” jelas Reski.

Dampak dari keterampilan ini terasa langsung bagi masyarakat, karena dokumen, berita, maupun artikel yang dihasilkan ASN dapat memberikan informasi yang jelas, akurat, dan transparan. Tidak hanya itu, tulisan yang komunikatif juga membantu masyarakat memahami kebijakan pemerintah tanpa kesan birokratis yang kaku.

Lebih jauh, kemampuan menulis juga berfungsi sebagai modal personal branding ASN. Dengan tulisan yang berkualitas, ASN dapat menunjukkan integritas, kompetensi, serta kepedulian terhadap pelayanan publik. “Menulis bisa jadi legacy intelektual ASN, karena dari tulisan itulah masyarakat menilai sejauh mana profesionalisme aparatur negara,” tambah Reski.

Pelatihan ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran bagi para CPNS bahwa tugas ASN tidak hanya bekerja sesuai aturan, tetapi juga berkomunikasi secara efektif dengan publik. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan Kemenag maupun instansi lain dapat lebih terbuka, akuntabel, dan dipercaya masyarakat.

(Reski)