Indragiri
Hulu (Kemenag) โ Ahli Pertama Pranata Hubungan Masyarakat Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Reski Saputra, mengikuti Pelatihan Pemanfaatan
Artificial Intelligence (AI) untuk ASN yang digelar secara virtual melalui Zoom
Meeting oleh Kementerian Digital dan Komunikasi pada Kamis (11/9).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur sipil negara tentang
teknologi AI agar dapat dioptimalkan dalam mendukung kinerja birokrasi dan
pelayanan publik.
Reski
menilai pelatihan ini sangat relevan dengan perkembangan zaman. โSaat ini kita
telah memasuki era AI. ASN perlu memahami teknologi ini bukan hanya untuk
mempercepat pekerjaan, tetapi juga untuk menghadirkan layanan yang lebih
efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat,โ ujarnya.
Dengan
bekal pemahaman AI, ASN diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk beragam
kebutuhan, mulai dari pengelolaan arsip digital, pelayanan administrasi
berbasis data, hingga komunikasi publik yang lebih interaktif. Hal ini secara
langsung akan mempersingkat alur pelayanan, mengurangi birokrasi manual, serta
meminimalisir potensi kesalahan teknis.
Bagi
masyarakat, dampak pelatihan ini berpotensi besar dalam jangka panjang. Layanan
berbasis AI dapat memberikan kecepatan akses, akurasi data, dan transparansi
yang lebih tinggi. Sementara secara tidak langsung, penguasaan teknologi AI
oleh ASN juga mendorong terciptanya kultur birokrasi modern yang sejalan dengan
visi e-government.
Sejumlah
pakar teknologi yang hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut juga
menekankan bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang dapat
meningkatkan efektivitas kerja. โKuncinya adalah kolaborasi antara manusia dan
teknologi. ASN yang adaptif akan menjadi motor perubahan di era digital,โ
ungkap salah satu narasumber.
(Reski)