0 menit baca 0 %

Asrori: Penyuluh Harus Kuasai Seni Bicara di Depan Publik

Ringkasan: Mandau (Kemenag ) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, yang diwakili oleh Ketua Tim Penyuluh, Asrori, secara resmi membuka Pelatihan Public Speaking di Hotel Winstar, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Riau dengan penuh antusiasme...

Mandau (Kemenag ) โ€“ Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, yang diwakili oleh Ketua Tim Penyuluh, Asrori, secara resmi membuka Pelatihan Public Speaking di Hotel Winstar, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Riau dengan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya, Asrori menekankan bahwa penguasaan keterampilan public speaking adalah kebutuhan mutlak bagi seorang penyuluh agama. Menurutnya, penyuluh tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu menggugah hati, menggerakkan semangat, serta menyentuh nurani masyarakat melalui tutur kata yang jelas, sistematis, dan penuh keteladanan.

โ€œPenyuluh agama ibarat ujung tombak Kementerian Agama di lapangan. Jika penyuluh tidak menguasai seni berbicara di depan publik, maka pesan-pesan agama yang disampaikan akan kurang mengena. Public speaking bukan sekadar bicara, tetapi seni menyampaikan nilai agar sampai ke hati masyarakat,โ€ ungkap Asrori dengan penuh penekanan.

Acara pembukaan berlangsung hangat dan penuh semangat, dipandu oleh MC Sri Wardani. Sementara itu, pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman, Muhammad Maliki dari Bogor, yang dikenal sebagai pakar komunikasi publik dan trainer motivasi nasional.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama se-Riau dapat meningkatkan kualitas penyampaian dakwah dan penyuluhan, sehingga pesan keagamaan dapat diterima lebih mudah, menyentuh hati, serta memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Kanwil Kemenag Riau dalam mendorong profesionalitas penyuluh agama, agar semakin siap menjawab tantangan zaman dan tetap menjadi pelita dalam membimbing umat.