Asyari Nur: Bangkitkan Simbol Keagamaan Melalui Safari Maulid
Ringkasan:
Kampar (Humas)- Salah satu upaya Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau untuk membangkitkan kembali simbol- simbol keagamaan di daerah adalah dengan melakukan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H ke daerah-daerah. Dengan kegiatan tersebut, simbol keagamaan dapat terlihat d...
Kampar (Humas)- Salah satu upaya Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau untuk membangkitkan kembali simbol- simbol keagamaan di daerah adalah dengan melakukan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H ke daerah-daerah. Dengan kegiatan tersebut, simbol keagamaan dapat terlihat dan dibangkitkan lagi ditengah-tengah masyarakat.
Demikian diungkapkan Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Jumat (18/2) saat memberikan kata sambutan pada Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 perdana di Masjid Pasar Usang Air Tiris Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.
Menurut Asyari Nur, Kampar merupakan salah satu daerah yang banyak memiliki simbol-simbol keagamaan yang perlu dilestarikan, seperti Majid Pasar Usang Air Tiris slah satu masjid tertua di Riau. Masjid ini perlu dikenalkan kepada generasi muda kita, mulai dari sejarah berdirinya, tokoh-tokohnya dan sebagainya. Dengan demikian akan tumbuh kecintaan generasi muda terhadap simbol-simbol keagamaan.
"Terhadap simbol keagamaan seperti ini harus diperhatikan dan dipelihara, termasuk merenovasinya jiga memang kondisinya sudah tidak layak lagi. Tapi jangan sampai menghilangkan ciri khas dari simbol itu sendiri. Tidak hanya masjid ini, tapi simbol- simbol agama lainnya seperti pondok pesantren perlu dibangkitkan kembali sehingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Sehingga kegiatan keagamaan nantinya tidak hanya fokus pada satu titik, tapi bisa dilakukan secara menyebar di kabupaten dan kota yang ada di Riau," jelas Kanwil.
Ia menambahkan, peringatan Mulid Nabi Muhammad SAW 1432 H/ tahun 2011 M dikemas secara berbeda dari tahun sebelumnya. Hal tersebut untuk membangun spirit generasi muda untuk lebih mencintai kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islami.
"Acara Maulid Nabi tahun ini sengaja kita kemas dalam bentuk yang lebih menyentuh masyarakat banyak, mulai dari orang tua hingga anak-anak. Sehingga gaung dari peringatan Maulid Nabi ini lebih terasa dan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk kegiatan perdana, Safari Maulid akan dilakukan di tiga kabuapten yaitu Kampar, Indragiri Hulu dan Siak. Terhadap daerah-daerah yang belum terjangkau akan dijadwalkan pada kegaitan safari berikutnya," ujarnya. (msd)