0 menit baca 0 %

Asyari Nur: Raih Haji Mambrur dengan Mengikuti Manasik

Ringkasan: Tembilahan (Humas)- Tujuan dari manasik haji ini adalah untuk mewujudkan jamaah haji yang mandiri, berdisiplin dan bertanggungjawab, serta memahami secara sempurna ilmu manasik haji dan prosedur pelaksanaan ibadah haji dalam rangka mendapatkan haji yang mambrur.
Tembilahan (Humas)- Tujuan dari manasik haji ini adalah untuk mewujudkan jamaah haji yang mandiri, berdisiplin dan bertanggungjawab, serta memahami secara sempurna ilmu manasik haji dan prosedur pelaksanaan ibadah haji dalam rangka mendapatkan haji yang mambrur. Untuk itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM saat memberikan materi Manasik Haji Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 10-13 September 2011 di Masjid Agung Al Huda Tembilahan, menghimbau agar para Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau dapat mengikuti kegiatan manasik secara serius. Asyari Nur menegaskan, tanpa mengikuti manasik, jamaah akan mengalami kesulitan dalam menunaikan ibadah haji. Karena haji tidak hanya proses pemberangkatan dan ibadah fisik saja, tetapi ada beberapa hal yang perlu dipahami dan ada rangkaian yang harus dimengerti serta dilaksanakan oleh JCH bersangkutan. Termasuk memahami persoalan yang sering terjadi diluar dari rangkaian ibadah haji itu sendiri. "Manasik haji sangat penting bagi JCH, karena selain ibadah dan bagian dari Rukun Islam ibadah haji juga memiliki syarat dan ketentuan, termasuk didalamnya ada uruatan- urutan yang secara bertahap dilaksanakan, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahallul, serta tertib. Sebelum melaksanakan haji JCH harus tahu tata cara shalat, mandi besar, wudlu, dan tayamum. Rangkaian kegiatan haji ini semua dijelaskan dalam manasik," jelas Asyari Nur diharapan sekitar 800 JCH Inhil yang akan berangkat musim haji tahun 1432 H/ 2011 M. Asyari menambahkan, dalam pelaksanaan manasik haji yang beberapa kali dilakukan pada tingkat Kecamatan maupun Kabupaten, juga dijelaskan tentang persiapan kesehatan, mental, dan tingkah laku jamaah selama di Baitullah. Persiapan sebelum dan selama berada di Makkah dan Madinah, dan tata cara agar tidak tersesat di Makkah maupun di Madinah. "Selain terkait dengan ibadah dan fisik jamaah, yang paling penting juga adalah persiapan psikis jamaah, jamaah harus mampu mengendalikan sifat iri, emosi, takabur, termasuk rasa keragu- raguan dalam melaksanakan ibadah dengan pikiran yang bercabang pada hal- hal lain di luar ibadah," tegasnya. Untuk it, ia menegaskan agar peserta manasik haji dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena pelatihan manasik haji ini sangat berguna pada pelaksanaan ibadah haji nantinya. (msd)