0 menit baca 0 %

Audiensi Oleh Panitia Waisak Bersama Kepulauan Meranti, Sulman Ajak Jadikan Perayaan Waisak Momentum Tingkatkan Spiritualitas dan Toleransi

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Dalam rangka menjalin sinergitas, Panitia Waisak Bersama Kepulauan Meranti melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Meranti, Sulman pada Jum at(2/5) di ruang kerjanya.Pertemuan ini membahas persiapan perayaan Waisak 2025 yang diharapkan dapat t...

Meranti(Kemenag)- Dalam rangka menjalin sinergitas, Panitia Waisak Bersama Kepulauan Meranti melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Meranti, Sulman pada Jum’at(2/5) di ruang kerjanya.

Pertemuan ini membahas persiapan perayaan Waisak 2025 yang diharapkan dapat tetap menjaga kebersamaan, nilai-nilai keagamaan, dan kemurnian spiritual. Hadir pada kesempatan tersebut Penyelenggara Buddha Kemenag Kepulauan Meranti, Metawati, Ketua Panitia Waisak Bersama, Sugianto, bersama Wakil Ketua, Ali Alatas, Pembina Majelis Buddha Indonesia (MBI) Kepulauan Meranti, Iswanto, dan Ketua Gemabudi/Tokoh Pemuda Buddhis, Suwandi.

Sulman dalam arahannya menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh Panitia Waisak Bersama.

“Kemenag Kepulauan Meranti berkomitmen untuk mendukung setiap kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan dan kerukunan. Perayaan Waisak adalah salah satu kesempatan penting untuk menunjukkan semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Meranti," tutur Sulman.

Sulman menekankan pentingnya Waisak sebagai momen penting bagi umat Buddha untuk meningkatkan spiritualitas dan memperkuat toleransi antar umat beragama. "Waisak adalah momen penting bagi umat Buddha untuk merenungkan ajaran Buddha dan meningkatkan spiritualitas. Selain itu, Waisak juga merupakan momen untuk memperkuat toleransi antar umat beragama," jelasnya.

Sulman juga berharap seluruh rangkaian Perayaan Waisak Bersama dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Senada dengan Sulman, Penyelenggara Buddha, Metawati juga memastikan Perayaan Waisak menjadi kegiatan yang memiliki nilai spiritual, dengan tidak mengesampingkan prinsip-prinsip kerukunan antarumat beragama khususnya di Kepulauan Meranti.

“Rangkaian kegiatan Perayaan Waisak ini akan mengedepankan nilai spiritual, nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga tentunya dapat bermanfaat tidak hanya bagi umat Buddha tetapi juga umat beragama lainnya di Kepulauan Meranti sehingga nantinya seluruh umat dapat berbahagia,” paparnya.

Sugianto dalam laporannya memaparkan bahwa nantinya akan dilaksanakan berbagai kegiatan dalam Perayaan Waisak Bersama ini.

“Kita akan melaksanakan kunjungan kasih dan pembagian sembako ke beberapa Panti Asuhan di Kepulauan Meranti yaitu Panti Asuhan Aisyiyah Kampung Baru, Panti Asuhan Nafisah Meranti, Anak Yatim Perguruan Muhammadiyah dan lainnya. Kedua akan dilaksanakan Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan Bunga Bangsa dan ketiga adalah pelaksanaan Pawai Waisak Bersama,” jelas Sugianto.

Melalui audiensi ini, Sugianto berharap mendapatkan dukungan dan arahan agar nantinya rangkaian kegiatan Waisak bersama ini dapat berjalan dengan baik. (T)