0 menit baca 0 %

Bagus T: Sulit Bermain dengan Orang Kidal

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Bagus Trengginas merupakan finalis bulutangkis MTs putra pada Aksioma Nasional 2015 yang berlangsung di Stadion Bulutangkis Dempo Jakabaring, Palembang Sumatera Selatan. Lelaki yang merupakan binaan Djarum, club ternama di Indonesia yang merupakan utusan Provinsi Jawa Tengah itu...

Pekanbaru (Inmas) - Bagus Trengginas merupakan finalis bulutangkis MTs putra pada Aksioma Nasional 2015 yang berlangsung di Stadion Bulutangkis Dempo Jakabaring, Palembang Sumatera Selatan. Lelaki yang merupakan binaan Djarum, club ternama di Indonesia yang merupakan utusan Provinsi Jawa Tengah itu harus mengakui keunggulan Thoha Almuchtarim dari Riau dengan skor 21 – 15 dan 21- 17 di final.

Sebelumnya, d i babak semifinal, Bagus Trengginas dengan susah payah mematahkan perlawanan pebulutangkis berbakat asal Jawa Timur dengan rubber-set (tiga set).

Saat closing ceremony berlangsung, riau.kemenag.go.id sempat melakukan wawancara khusus dengan Bagus Trengginas. Menurut Bagus Trengginas, Thoha Almuchtarim memiliki pukulan-pukulan menyulitkan. “Kita kasih kiri, eh malah dicocornya,” kata Bagus.
“Kita coba main net, Thoha pun  meladeninya. Bola-bola net Thoha pun tipis di bibir net. Dan kalau bola tinggi, Thoha pun melakukan jumping smesh. Wah cukup asyik dan merepotkan,” katanya tersenyum.

Ditanya kekalahannya apakah faktor kelelahan karena di semifinal sempat bermain alot dengan pebulutangkis Jawa Timur, dengan tersenyum Bagus Trengginas secara sportif menjawab. “Mungkin ada juga, tapi Thoha juga main dengan lawannya di semifinal kok,” katanya.

Selain itu, menurut Bagus Trengginas, kesulitannya melawan Thoha karena faktor Thoha bermain kidal. “Bermain dengan orang kiri ternyata amat menyulitkan. Mungkin seperti itu juga yang rasakan Lee Chong Wei dan Taufik Hidayat ketika berhadapan dengan Lin Dan dari China,” tutupnya. (griven)