Mandau (Kemenag) –
Suasana Bimbingan Perkawinan Mandiri di Aula KUA Mandau, Kamis (21/8/2025)
terasa penuh makna. Kali ini, Ahmad Sehat, Penyuluh Agama Islam, tampil
membawakan materi penting tentang memenuhi kebutuhan keluarga
dengan penekanan khusus pada bahasa kasih sebagai
fondasi harmonisasi hubungan suami istri.
Dalam penyampaiannya, Ahmad Sehat menekankan bahwa setiap
pasangan perlu memahami dan mengungkapkan cinta dengan cara yang dapat dipahami
pasangan. “Bahasa kasih itu beragam. Ada yang merasa dicintai lewat kata-kata,
ada lewat perhatian, ada pula lewat sentuhan dan tindakan nyata. Jika pasangan
memahami bahasa kasih satu sama lain, maka konflik akan mudah diredam, dan
keharmonisan rumah tangga bisa terus terjaga,” jelasnya dengan penuh semangat.
Pesan itu membuat peserta tampak antusias. Beberapa bahkan
terlihat mencatat dengan serius. Tidak hanya sekadar teori, Ahmad Sehat juga
membagikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang bisa
menjadi inspirasi bagi pasangan muda.
Salah seorang peserta, Santi, menyampaikan kesan mendalam
atas materi tersebut. “Alhamdulillah, materinya berisi, padat, dan sangat
bermanfaat. Ustadz Ahmad Sehat mengemasnya dengan menarik sekali. Semoga kami
bisa menjadikan ini semua sebagai motivasi dan inspirasi dalam berumah tangga
nanti,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam
Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan XI KUA Mandau. Dengan materi yang
relevan, para calon pengantin tidak hanya dibekali pengetahuan teknis, tetapi
juga nilai-nilai emosional dan spiritual yang akan menjadi bekal berharga dalam
perjalanan rumah tangga.
Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang
bimbingan, melainkan benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab,
sebagaimana ditekankan Ahmad Sehat, keluarga yang kokoh lahir bukan dari cinta
semata, melainkan dari bahasa kasih yang
dipahami, dijaga, dan dirawat bersama.