Kuansing ( Inmas) Selasa, 16/03/2021 Santriyah Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Rahmadani Fitri kultum yang berjudul Bahayanya Syirik.
Dalam Kuliah tujuh menit ( Kultum) Rahmadani Fitri menyampaikan Bahayanya Syirik tersebut dalam kehidupan beragama, sebagai mana yang Allah jelaskan dalam ayat berikut ini:
Surat Al A'raf ayat 172 menjelaskan bahwa setiap bayi yang akan dilahirkan ke dunia, oleh Allah SWT sudah dimintai kesaksian tentang ketuhanan Allah SWT dengan pertanyaan, ''Bukankah Aku ini Tuhanmu?'' Setiap janin yang hendak menjadi manusia ini pun menjawab, ''Tentu saja kami menjadi saksi.'' Untuk apa Allah SWT meminta kesaksian seperti itu? Agar kelak di hari kiamat tidak ada orang (yang menyembah selain Allah SWT) berargumen bahwa mereka tidak tahu tentang ketuhanan dan keesaan Allah SWT.
Kemudian di lain hal Sahabat Ismail bin Umayah pernah meminta nasihat kepada Rasulullah SAW. Beliau memberinya nasihat singkat dengan mengingatkan, ''Janganlah kamu menjadi manusia musyrik, menyekutukan Allah SWT dengan sesuatupun, meski kamu harus menerima risiko kematian dengan cara dibakar hidup-hidup atau tubuh kamu dibelah dua. '' (HR Ibnu Majah).
Nasihat Rasulullah SAW itu tentu terkait dengan peringatan Allah SWT bahwa dosa syirik akan menghanguskan segala kebajikan dan merupakan dosa tak terampuni. Allah SWT berfirman, ''Jika kamu mempersekutukan Allah SWT niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.'' (QS Az Zumar:65). Di ayat yang lain Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.'' (QS An Nisa 48). Semua keterangan tersebut terkait dengan syirik kufur, yakni orang yang menyembah kepada selain Allah SWT.
Dari penjelasan diatas Jelas bagi kita betapa bahayanya perbuatan Syirik tersebut Allah tidak akan mengampuni perbuatan Syirik sampai pelakunya bertaubat dengan bersungguh-sungguh Kepa Allah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, nah untuk itu mari kita selaku santri menghindari perbuatan syirik tersebut, kita mulai dari diri kita baru kita ajak orang lain.( Humas / Dhy MAD )