0 menit baca 0 %

“Baliak Ka Surau”, PAI Kuantan Mudik Fokuskan Bacaan Al-Qur’an di Tingkat Dasar

Ringkasan: Kuansing ( Kemenag ) Istilah Baliak ka surau (Kembali Ke Surau) yang tidak hanya popular di masyarakat Minangkabau, tetapi Juga akrab pada masyarakat Rantau Kuantan di Provinsi Riau. Menurut Alek Saputra, Ketua III Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR Kuantan Singingi).

Kuansing ( Kemenag ) Istilah “Baliak ka surau” (Kembali Ke Surau) yang tidak hanya popular di masyarakat Minangkabau, tetapi Juga akrab pada masyarakat Rantau Kuantan di Provinsi Riau. Menurut Alek Saputra, Ketua III Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR Kuantan Singingi). Gerakan ini muncul ketika modernisasi melanda berbagai negeri, sehingga fungsi surau terabaikan dan surau melai lengang. Surau hanya tinggal fisik,  tetapi kehilangan “Ruh” yang ada di dalamnya. Dan Fungsi itu harus dikembalikan, tegasnya (23/07/25).

Seperti yang telah dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Kuantan Mudik Ust. Sukri, melakukan kegiatan belajar dan mengajar mengaji di Surau Al-Khairat Kenegerian Cengar Kecamatan Kuantan Mudik. Dalam kegiatan penyuluhan bertema pemberantasan buta aksara Al-Qur’an pada tingkat dasar, terdapat anak didik (mudid) sebanyak 35 orang, alhamdulillah peningkatan kemampuan membaca dasar anak-anak sudah terlihat kemajuan dari biasanya, ujar Sukri (23/07/25).

Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan dapat menyusur setiap surau yang ada di wilayah binaan Penyuluh Agama Islam KUA Kuantan Mudik, dan mengembalikan fungsi surau seperti sedia kala sebagai tempat anak-anak mengaji dikala magrib menjelang, dan suasana ini akan tetap relevan sampan sekarang ini, tak kan lekang oleh panas dan tak kan lapuk oleh hujan. Amiiin ( AS )