0 menit baca 0 %

Balitbang Kemenag RI: NII Kelanjutan DI TII

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Negarai Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah kelanjutan atau perpanjangan dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI-TII) yang dipimpin oleh Kartosuwirjo, yang sampai tahun 1962 memusuhi Bung Karno dan anti-PKI. NII terbagi dua, NII Fillah yaitu berjuang berdasarkan syariat Islam d...
Pekanbaru (Humas)- Negarai Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah kelanjutan atau perpanjangan dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI-TII) yang dipimpin oleh Kartosuwirjo, yang sampai tahun 1962 memusuhi Bung Karno dan anti-PKI. NII terbagi dua, NII Fillah yaitu berjuang berdasarkan syariat Islam dan NII Fisabilillah yaitu kelompok yang ingin melanjutkan DI TII. Demikian diungkapkan Balitbang Kementerian Agama RI, Drsa Nukhrison M Nuh, MA APU, pada acara Pertemuan Silaturrahmi Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Rektor Perguruan Tinggi, Ormas Islam, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersama Gubernur dan Forum Pimpinan Daerah Riau yang ditaja oleh Bidang Penamas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Riau di Aula Kanwil Kemenag Riau kemarin. Ia menjelaskan, dalam NII terdapat tiga doktrin, iman, hijrah dan jihat. Untuk iman yang berlaku adalah hukum Tuhan. NII beranggapan bahwa NII adalah negara syaitan karena berpedoman pada Undang Undang Dasara dan Pancasila, tidak berpedoman kepada pada Al- Quran. Untuk itu, pengikut NII harus berhijrah dari NKRI ke NII. "Namun sebelum hijrah ada peoses yang harus dilalui termasuk cuci otak, baiat dan membayar uang sesuai yang diminta kurang lebihnya Rp3 juta. Tempat pembaitan pun tidak diketahui oleh pengikut NII, karena saat proses pembaitan mata ditutup hingga sampai kelokasi yang dituju," jelasnya terkait dengan hasil penyelidikan sementara tentang NII. Setelah masuk menjadi anggota NII wajib berjihad, yaitu merekrut orang- orang baru dan menyumbang tenaga dan harta. Untuk mendapatkan uang NII cendrung menghalalkan segala cara, termasuk berbohong, dan mendurhakai orang tua. "Untuk sasaran perekrutan anggota, biasanya NII melakukan di sekitarnya terlebih dahulu yaitu teman- teman terdekat, lalu ke kampus- kampus dengan target mahasiswa, dan mal- mal atau tempat perbelanjaan. Biasanya mereka merayu dengan makan- makan, diskusi baru ditarik masuk ke NII. Untuk itu ini perlu diwaspadai," jelasnya. (msd)