0 menit baca 0 %

Bangkitkan Semangat Jihad Melalui Peringatan Maulid

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Abmad Supardi Hasibuan MA bersempena dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H menggelar silaturrahmi dengan masyarakat Desa Sungai Deras Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sen...
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Abmad Supardi Hasibuan MA bersempena dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H menggelar silaturrahmi dengan masyarakat Desa Sungai Deras Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (7/3) di Masjid Sahibul Jannah Pasar Senen Rambah. Hadir dalam acara tersebut sekitar 200 orang terdiri Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, ninik mamak, cerdik pandai, tokoh adat, dan ratusan masyarakat sungai deras dengan penceramah Ka Kankemenag Rohul. Pada kesempatan tersebut Ka Kankemenag Rohul, Drs H Abmad Supardi menuturkan tentang sejarah pertama kalinya pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Sultan Sholahuddin Al Ayyubi dari Dinasti Fatimiyah yang berpusat di Mesir. Saat itu terjadi perang salib Islam melawan Kristen di Palestina. Saat perang sedang bekecamuk, kondisi semangat jihat tentara Islam agak menurun, akibatnya tentara Islam hampir mengalami kekalahan. Atas kondisi tersebut, Sholahuddin Al Ayyubbi selaku panglima tentara Islam, mengumpulkan suluruh tentara Islamdan diceritakan kepada mereka tentang sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengembangkan ajaran Islam dan berjuang melawan orang- orang munafik. Saat itu bulan Rabiul Awal. Dari penuturan Sholahuddin tersbeut ternyata menghasilkan hal yang luar biasa, semangat jihat tentara Islam meningkat dan akhirnya perang salib pun dimenangkan oleh umat Islam. "Sejak saat itu, ummat Islam diseluruh dunia melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun. Atas dasar tersebut dalam perspektif historis peringatan Maulid adalah dimaksudkan untuk meningkatkan semangat jihad ummat Islam," ungkap Ahmad Supardi. Dr Ali Syariati salah seorang arsitek republik Islam Iran, bahwa ada tiga ajaran pokok Islam yang sangat berpengaruh terhadap diri seorang muslim, yaitu Iman, Jihad dan Janji. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh Umat Islam di negeri ini dan bahkan di dunia internasional adalah rendahnya semangat jihad. "Jihad berarti bukan hanya berperang melawan orang kafir secara fisik tetapi meliputi banyak faktor termasuk melawan orang kafir dengan non fisik, seperti perang pemikiran termasuk perang melawan hawa nafsu. Jihad berasal dari akar kata Jahada yang artinya kesugguhan. Jihad dalam segala hal yaitu sungguh- sungguh dalam melaksanakan sesuatu sesuai dengan ketentuan Allah SWT," jelasnya. Untuk itu, tambah Ahamad Supardi, melalui moment Maulid hendaklah jadi momentum untuk meningkatkan semangat jihad dalam hidup dan kehidupan sehari- hari. Semoga dengan semangat jihad ummat Islam akan bangkit kembali semangat sebagaimana bangkitnya tentara Islam dalam perang Salib. (msd/js)