Mandau (Kemenag) - Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan XVIII Tahun 2025, Muhammad Soleh, penyuluh agama Islam KUA Mandau, menyampaikan materi yang sarat makna tentang “Musyawarah dan Komunikasi dalam Membangun Keluarga Harmonis.” Kegiatan ini berlangsung di aula KUA Kecamatan Mandau, Kamis (16/10/2025), dan diikuti oleh 15 pasang calon pengantin dengan antusiasme tinggi.
Dalam pemaparannya, Muhammad Soleh menekankan bahwa musyawarah merupakan kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Setiap keputusan yang diambil bersama pasangan, kata beliau, hendaknya dilandasi dengan rasa saling menghargai, saling memahami, dan berorientasi pada kebaikan bersama.
“Rumah tangga yang bahagia tidak dibangun dengan ego, tetapi dengan kesediaan untuk mendengar, berdialog, dan bermusyawarah. Suami istri harus menjadi mitra sejajar yang saling melengkapi,” ujar Muhammad Soleh di hadapan para peserta.
Selain musyawarah, beliau juga mengingatkan pentingnya mengamalkan konsep tabadul yaitu saling memberi, saling mengisi, dan saling memahami antara suami dan istri dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, konsep ini menjadi fondasi dalam membangun rumah tangga yang kokoh, di mana masing-masing pihak siap berkorban dan berbagi demi kebahagiaan bersama.
“Tabadul berarti saling memberi peran dan perhatian. Ketika suami lelah, istri menguatkan. Ketika istri menghadapi kesulitan, suami hadir menenangkan. Di situlah letak keindahan rumah tangga yang diridhai Allah SWT,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, Muhammad Soleh juga mengajak para calon pengantin untuk membangun komunikasi yang terbuka, jujur, dan penuh kasih. Ia menegaskan bahwa komunikasi adalah jembatan hati antara suami dan istri, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
Kegiatan Bimwin Mandiri Angkatan XVIII Tahun 2025 ini merupakan bagian dari program Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai spiritual dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Melalui materi yang disampaikan, diharapkan para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan rumah tangga agar menjadi keluarga yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan.