Siak (Kemenag) - Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin yang beralamat di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib kembali menunjukkan komitmennya dalam membina santri tidak hanya dalam aspek spiritual dan keilmuan agama, tetapi juga dalam pengembangan intelektual dan kemampuan literasi. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi santri akhir KMI (Kulliyatul Mu'allimin Al Islamiyyah) yang telah dimulai pelaksanaannya sejak (20-22/09/2025) lalu, di aula Laboratorium Pondok Pesantren.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Ihsanul Hadi Alharzi, yang merupakan alumnus tahun 2008 di Pondok Pesantren tertua di Kabupaten Siak tersebut.
Dalam pembekalannya, beliau menyampaikan pentingnya keterampilan menulis ilmiah sebagai bentuk "dakwah bil qalam" dan kontribusi santri terhadap pengembangan ilmu pengetahuan Islam secara akademik. โMenulis adalah bagian dari jihad ilmiah. Santri harus mampu menuangkan gagasan dan ilmu yang dimilikinya ke dalam bentuk tulisan yang sistematis, kritis, dan bermanfaat bagi umat,โ ujar beliau dalam sesi penyampaian materi.
Selama kegiatan berlangsung, para santri mendapatkan bimbingan teknis mengenai tahapan penulisan karya ilmiah mulai dari pemilihan judul, penyusunan latar belakang, rumusan masalah, metodologi, hingga penulisan daftar pustaka. Selain itu, Ihsanul Hadi juga membagikan pengalaman pribadi serta contoh-contoh karya santri terdahulu sebagai referensi dan motivasi.
Antusiasme para santri terlihat jelas melalui berbagai pertanyaan kritis yang diajukan selama sesi tanya jawab. Banyak dari mereka menyatakan semangatnya untuk menulis dengan lebih serius setelah mendapatkan pembekalan ini.
Jamaludin selaku Direktur KMI Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Kemenag Kabupaten Siak atas sinergi dan dukungan nyata dalam pembinaan santri, khususnya dalam aspek akademik. โKami berharap pembekalan ini menjadi awal dari tumbuhnya tradisi menulis di lingkungan pesantren, dan para santri dapat menghasilkan karya-karya ilmiah yang bernilai tinggi baik secara keilmuan maupun ke-Islaman,โ ujarnya.
Dalam sambutannya ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program akhir pendidikan santri KMI dan menjadi salah satu syarat kelulusan, sekaligus bekal penting menghadapi dunia pendidikan tinggi dan masyarakat luas.
Dengan terselenggaranya pembekalan ini, Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pengajaran agama, tetapi juga pada pengembangan literasi dan intelektualitas generasi muda Islam. (JA)