BAZ Center Wujudkan Pusat Pelatihan Bagi Pakir Miskin
Ringkasan:
PEKANBARU, 01/2 (Humas)- Pembentukan BAZ Center oleh Pengurus BAZ Provinsi Riau adalah wujud dari kerisauan pengurus BAZ Provinsi Riau terhadap peningkatan status sosial bagi pakir miskin. Kita sangat risau melihat pakir miskin yang terus bertambah jumlahnya, bahkan sudah turun temurun.
PEKANBARU, 01/2 (Humas)- Pembentukan BAZ Center oleh Pengurus BAZ Provinsi Riau adalah wujud dari kerisauan pengurus BAZ Provinsi Riau terhadap peningkatan status sosial bagi pakir miskin. Kita sangat risau melihat pakir miskin yang terus bertambah jumlahnya, bahkan sudah turun temurun. Ujar Drs.H. Auni M. Noor Ketua BAZ Provinsi Riau, saat memimpin rapat perdana Pengurus BAZ Center Riau.
Keberadaan BAZ Center adalah sebagai pusat pelatihan keterampilan bagi Pakir miskin di Provinsi Riau, di pusat latihan ini mereka akan diberikan keterampilan berdasarkan bakat dan minat yang dimilikinya. Semua fasilitas dan sarana prasarana selama pelatihan akan digratiskan, kemudian setelah mengikuti pelatihan yang dirancang selam sembilan bulan, maka mereka akan diberikan bantuan untuk modal dalam membuka usaha sesuai keterampilannya.
Adapun berbagai pelatihan keterampilan yang akan diberikan adalah, keterampilan elektronik dan listrik, otomotif, las, kayu, rotan, anyaman , menjahit, salon, pertanian dan lainnya. Selain itu juga akan dilakukan pembinaan mental dan spiritual selama mengikuti program pelatihan tersebut. Pelatihan ini akan dipusatkan di Balai Diklat BAZ Center yang memakai fasilitas eks Asrama Transito jalan Adi Sucipto Pekanbaru.
Untuk tahun 2010 ini akan dilakukan rehap bangunan asrama tersebut, agar sesuai dengan pusat latihan yang akan dilakukan. Namun demikian kepada semua pengurus untuk membuat program kerja awal, dan mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana sesuai bidang keterampilan yang menjadi tanggung jawabnya.
Pengurus BAZ Center ini terdiri dari berbagai unsur yang memiliki keahlian keterampilan dalam mengelola pelatihan. Mereka berasal dari Balai Latihan Tenaga Kerja (BLTK) Provinsi Riau, Guru Ketrampilan pada SMK, dan tenaga propesional lainnya.
Kita berharap kehadiran BAZ Center ini dapat menjadi solusi bagi peningkatan taraf hidup pakir miskin di Provinsi Riau. Kepada semua pihak diharapkan turut serta dalam mewujudkan pusat pelatihan keterampilan bagi pakir miskin ini. Kedepan zakat yang diberikan tidak lagi dalam konsumtif, akan tetapi lebih kepada yang bersifat produktif. Agar tidak adalagi kemiskinan yang diwariskan secara turun temurun. Tegas Auni. (awd)