BAZ Rohul Miliki Kenderaan Operasional
Ringkasan:
PASIR PENGARAYAN (HUMAS)Dalam rangka meningkatkan kinerja Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Rokan Hulu, baik dalam bidang pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, maupun dalam bidang pengembangan Zakat, maka BAZ Kabupaten Rokan Hulu membeli satu unit kenderaan operasional roda empat.
PASIR PENGARAYAN (HUMAS)Dalam rangka meningkatkan kinerja Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Rokan Hulu, baik dalam bidang pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, maupun dalam bidang pengembangan Zakat, maka BAZ Kabupaten Rokan Hulu membeli satu unit kenderaan operasional roda empat. Dengan adanya, kenderaan ini, maka diharapkan tidak ada lagi kendala dalam menjangkau muzakki, dan apalagi menjangkau mustahiq.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu selaku Pembina BAZ Rokan Hulu, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA kepada wartawan, usai rapat mingguan BAZ Rohul, Senin, 12 Oktober 2011, bertempat di Kantor BAZ Rohul, Pasir Pengarayan.
Dikatakannya, pembelian kenderaan roda empat ini, merupakan langkah maju bagi BAZ Rohul, sebab satu-satunya BAZ Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau, yang mempunyai kenderaan operasional adalah BAZ Rohul.
Ahmad Supardi Hasibuan berharap, agar pembelian kenderaan ini, jangan disalah artikan, apalagi ditafsirkan negative, pembelian ini sangat-sangat positif sebab justru akan meningkatkan kinerja BAZ itu sendiri.
Saya sudah study banding pengelolaan Zakat sampai ke Selangor, Malaysia, di sana pengelola Zakat juga telah mempunyai kenderaan operasional. Di sana bahkan, bukan hanya punya satu kenderaan operasional, tetapi punya tiga kenderaan operasional, ujar Ahmad Supardi Hasibuan.
Sementara itu, Ketua BAZ Rohul, Ir. H. Samrikardo, menyatakan agar pengadaan kenderaan operasional ini, dapat memudahkan bagi pengurus BAZ untuk menjangkau muzakki dan mustahiq. Apalagi selama ini, kita menggunakan kenderaan pribadi untuk mengurus BAZ ini kemana-mana. Ke depan semua urusan BAZ, sudah harus menggunakan kenderaan operasional ini.
Untuk itu lanjut Samrikardo, kenderaan operasional ini, harus ditempatkan di kantor BAZ dan tidak dibenarkan dibawa pulang ke rumah, apalagi dipergunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga.(Ash).