0 menit baca 0 %

BDK Padang Taja Diklat Kehumasan dan Keprotokolan di Pangkalan Kerinci

Ringkasan: Pangkalan Kerinci (Humas)- Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang melakukan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kehumasan dan Keprotokolan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan mulai 12 hingga 15 Juli 2012 di aula MTSN Pangkalan Kerinci.
Pangkalan Kerinci (Humas)- Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang melakukan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kehumasan dan Keprotokolan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan mulai 12 hingga 15 Juli 2012 di aula MTSN Pangkalan Kerinci. Kegiatan ini diikuti oleh Pegawai KUA, Tata Usaha Madrasah Negeri dan Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan. Demikian disampaikan Drs. Nur Asril selaku ketua Panitia di Pangkalan Kerinci, pekan lalu. Acara ini dibuka oleh Drs. H. Syahrul Mauludi, MA, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kemenag Pelalawan. Tujuannya hendak mendidik pegawai-pegawai Kemenag supaya selalu mampu membangun kepercayaan publik (public trust) terhadap Kementerian Agama. "Untuk itu kita mendatangkan pembicara dari Balai Diklat Keagamaan Padang, Kemenag Rokan Hulu dan Kemenag Pelalawan, yang mereka itu dipandang ahli dan profesional di bidangnya. Oleh sebab itu kita berharap semua peserta serius mengikuti kegiatan ini," kata Syahrul. Pada sesi pertama tampil Drs. H. Zulkifli, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan yang berbicara tentang Kebijakan Pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan tahun 2012. Menurut Zulkifli, Kebijakan Pimpinan Kementerian Agama Pelalawan tahun 2012 ini bertumpu pada beberapa bidang. Di antaranya, dalam bidang Penamas, kita akan kelola LPTQ dengan baik sehingga fungsi LPTQ bisa menghadirkan umat yang pandai membaca dan memahami Alquran di kabupaten Pelalawan. Sudah tidak masanya lagi LPTQ hanya bekerja sekali setahun, yaitu ketika musim MTQ saja. Usai MTQ, usai pula kerja LPTQ. Selain itu, kita juga berusaha mendesak Pemerintah Daerah membuat Perda tentang PDTA, yang salah-satu isi Perda tersebut berisi bahwa syarat anak masuk SD nantinya mesti pandai baca Alquran lebih dahulu. Dan dalam bidang zakat, bagaimana Kota Pangkalan Kerinci nantinya menjadi Kota Zakat. Sedangkan dalam bidang Urais dan haji, kita konsentrasi penuh bagaimana calon haji kita ke depan tidak lagi ‘mualaf’ manasik haji. Kita harap mereka betul-betul sudah memahami manasik haji dengan sempurna sebelum mereka sampai ke tanah suci nantinya. Sehingga prosesi haji tersebut mampu menjadikan umat kita menjadi haji mabrur. Pada sesi kedua tampil Drs. H. Zulbatri Nasir dari BDK Padang yang membahas tentang seluk beluk Kehumasan dan Keprotokolan. Sementara pada sesi ketiga tampil Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan. Lelaki cerdas, kocak dan humaris itu memaparkan secara luas tentang trik-trik menjadi Master Ceremony (MC) dan keprotokolan. Menurut Ahmad Supardi, tugas humas ini merupakan sebuah tugas berat, yaitu bagaimana ia bisa mencitrakan Kementerian Agama lebih baik di mata masyarakat. Begitu juga dengan keprotokolan. Sebuah momen bisa menjadi gagal berantakan kalau protokoler tidak profesional. Prinsipnya, yang paling berhak memberikan statemen di kantor itu hanya dua saja, yaitu pimpinan dan humasnya. Untuk itu, setiap yang diberi tugas sebagai humas dan protokoler mesti berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Semua peserta sangat antusias dan terpukau memperhatikan pemaparan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu ini. “Ide-idenya bagus, dan itu tidak sekedar ide. Dan idenya pun bisa diaplikasikan. Dan telah dibuktikannya selama ini. Kita salut kepada pak Ahmad,” kata Kusnanto, ST selaku salah seorang peserta memuji Drs. Ahmad Supardi Hasibuan. (Griven)