Bengkalis (Kemenag) -
MTs Negeri 3 Bengkalis melaksanakan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) tahun
2024 dengan menerapkan sistem yang berbeda dari tahun sebelumnya 2023 sejak
tanggal 25 - 26 September 2024 di ruang labor komputer madrasah.
Sebelumnya pada tahun
2023 Sulingjar dikerjakan oleh masing-masing individu dalam jangka waktu yang panjang
sedangkan pada tahun 2024 ini Sunglinjar dikerjakan dengan sistem pembagian
sesi dan menggunakan waktu relative singkat. Sedangkan teknis pelaksanaan Sunglijar
tahun ini di MTsN 3 Bengkalis dibagi menjadi dua sesi . Pada sesi pertama sebanyak 16 peserta dipersilahkan
menjawab soal dan di sesi kedua 10 peserta di tambah 1 orang Kepala Madrasah pyla
melakukan hal yang sama.
Sunglijar merupakan survei
lingkungan belajar yang diikuti oleh Majelis Guru dan Kepala Madrasah sebagai
peserta di suatu tempat yang menjadi Satuan Pendidikan.
MTsN 3 Bengkalis pada
tahun 2024 ini, sebanyak 26 orang majelis guru ditambah 1 orang kepala Madrasah
sukses menikuti kegiatan Sunglijar meski sedikit kelelahan dan harus memanfaat waktu yang singkat dan sebaik-baiknya.
Sulingjar merupakan
alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung
kualitas pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan. Sulingjar bertujuan
untuk mengukur aspek-aspek lingkungan satuan pendidikan (Input dan proses
belajar mengajar) yang berdampak pada proses dan hasil belajar peserta didik.
Jadwal pelaksanaan
Sulingjar biasanya dikerjakan dengan
waktu yang lebih panjang sekitar lebih kurang dua minggu dengan mekanisme
pengerjaan secara daring tanpa pengawasan dan dapat dilakukan dari mana saja
sepanjang terdapat akses internet.
Tahun 2024 ini
Sunglijar berlangsung selama dua hari dari tanggal 25 - 26 September 2024 dengan
pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi dengan sesi pertama sebanyak 16 dilaksanakan
sesi, untuk setiap 16 peserta dan di sesi kedua 10 peserta di tambah 1 orang
Kepala Madrasah.
Menurut keterangan
Kepala Labor Komputer MTsN 3 Bengkalis Hafizhal Ridho partisipasi setiap guru
dan kepala sekolah di dalam kegiatan Sulingjar akan mempengaruhi akurasi
gambaran umum iklim belajar dan iklim satuan pendidikan serta hasil Sulingjar
akan dilaporkan sebagai hasil individu guru dan kepala sekolah.
Sulingjar akan
dijadikan bagian dari data profil pendidikan dan rapor pendidikan pada masing-masing
satuan pendidikan dan pemerintah daerah, yang akan memberikan gambaran dari kualitas/mutu
pendidikan masing-masing.
“Kegiatan Sulingjar
ini bagus sekali dilakukan, karena bisa meningkatkan kemampuan mengenai
lingkungan belajar di sekolah masing-masing, kemudian juga bisa mengetahui
kedepannya apa saja yang perlu dievaluasi. Di dalam Sulingjar yang menjadi salah
satu pembahasannya adalah kasus perundungan atau Bullying di sekolah yang itu
perlu sekali dilakukan pengawasan supaya peristiwa tersebut tidak terulang atau
tidak pernah terjadi pada sekolah.” Ujar Hafizhal Ridho. (YTX)