0 menit baca 0 %

Belajar Bersama di Museum Balairung Sri, MI As Sidiqiyah Dukung Program Edukatif Dinas Pendidikan Kabupaten Siak

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Madrasah Ibtidaiyah (MI) As Sidiqiyah Siak mengutus enam orang santri dari Kelas V untuk mengikuti kegiatan Belajar Bersama di Museum yang ditaja oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Gedung Museum Balairung Sri, sebagai bagian dar...

Siak (Kemenag) - Madrasah Ibtidaiyah (MI) As Sidiqiyah Siak mengutus enam orang santri dari Kelas V untuk mengikuti kegiatan “Belajar Bersama di Museum” yang ditaja oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Gedung Museum Balairung Sri, sebagai bagian dari upaya penguatan pembelajaran sejarah dan budaya lokal bagi peserta didik tingkat dasar dan menengah di wilayah Kabupaten Siak pada Rabu, (23/07/2025) lalu.

Santri yang mengikuti kegiatan ini adalah Risma Syakila Widodo, Marwah Dzakirah, Anaya Ramadhani Kusnaya, Rafardhan Athallah, T. S. Fatih Maulana, dan Fatih Alfarizki. Mereka didampingi oleh guru pendamping, Ustadzah Wiki Jayanti, yang aktif membimbing dan mengarahkan peserta selama rangkaian acara berlangsung.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari SD, MI, dan SMPN di Kecamatan Siak, Dayun, dan Tualang sebanyak 45 siswa hadir. Acara dimulai sejak pukul 08.30 WIB pagi, para peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan mendapatkan kupon, yang nantinya dapat ditukar dengan konsumsi dan perlengkapan belajar. Selanjutnya, peserta dikumpulkan untuk mendengarkan pemaparan dari narasumber terkait sejarah dan fungsi Museum Balairung Sri serta kekayaan budaya warisan Kesultanan Siak.

Usai sesi pemaparan, peserta diajak menonton dokumenter singkat mengenai sejarah Balai Kerapatan Tinggi Siak, kemudian diarahkan untuk menjelajahi berbagai koleksi budaya yang ada di dalam museum. Di antara koleksi tersebut terdapat alat musik tradisional, perlengkapan rumah tangga zaman dahulu, motif batik khas Siak, serta permainan tradisional. Semua penjelasan disampaikan langsung oleh petugas museum, menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan.

Sebagai penutup kegiatan, peserta menukarkan kupon yang telah diterima dengan satu set tas bekal, disertai konsumsi berupa kue kotak. Setelah makan bersama, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Guru pendamping, Wiki Jayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga untuk memperluas wawasan siswa di luar ruang kelas. “Melalui kunjungan ini, anak-anak bisa mengenal lebih dekat sejarah lokal dan menghargai budaya daerah mereka. Semoga ini menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur serta menambah semangat belajar mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah, Al-Ustadz Idris, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Siak atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Kami sangat mendukung program seperti ini. Pengalaman belajar langsung di museum memberikan nilai edukatif yang sangat tinggi dan memperkaya kompetensi siswa dalam memahami sejarah dan budaya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada santri kami,” ucap beliau.

Sebagai penutup, pihak madrasah berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari sinergi pendidikan formal dengan pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, kebanggaan terhadap budaya sendiri, dan membentuk karakter siswa yang berwawasan luas. (RHW/Fz)