Dumai (Kemenag) – Siang yang
hangat di Mushalla As- Shofa berubah menjadi penuh cahaya keilmuan. Suara
lantunan ayat-ayat suci terdengar lembut, berpadu dengan semangat para jamaah
perempuan yang mengikuti kegiatan Belajar Tanpa Batas bersama Penyuluh Agama
Islam (PAI) Kecamatan Dumai Kota, Jum’at (28/11/2025) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi salah satu
upaya nyata PAI Dumai Kota dalam membina masyarakat agar semakin cinta dan
paham Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode Iqra’ dan halaqah Al-Qur’an, para
penyuluh hadir langsung memberikan pendampingan kepada jamaah Majelis Taklim
Mushalla As- Shofa, terutama dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan memahami
tajwid dengan benar.
Suasana tampak akrab dan khidmat.
Jamaah duduk melingkar, masing-masing membawa mushaf dan buku Iqra’. Di tengah
mereka, Penyuluh Agama Islam Nur Indiantika dengan sabar membimbing satu per
satu peserta untuk memperbaiki makhraj huruf dan memperhalus pengucapan ayat.
Sesekali ia tersenyum ketika mendapati jamaah yang mulai lancar membaca.
“Tidak ada kata terlambat untuk
belajar Al- Qur’an. Selama kita mau berusaha, insyaAllah Allah akan mudahkan
jalannya,” tutur penyuluh dengan penuh kelembutan saat memberikan motivasi di
sela pembinaan.
Dalam sesi pembelajaran, Nur
Indiantika selaku Penyuluh Agama Islam menjelaskan, ada dua hal penting yang
menjadi dasar dalam memperbaiki bacaan Al- Qur’an, yakni Makharijul Huruf dan
Shifatul Huruf. Keduanya, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap ketepatan
bunyi huruf dan makna ayat. Ia menegaskan bahwa membaca dengan benar merupakan
bentuk penghormatan terhadap kalamullah.
Jamaah yang hadir tampak
antusias. Beberapa dari mereka bahkan tampak berulang kali mencoba memperbaiki
bunyi huruf di bawah bimbingan penyuluh. “Awalnya saya malu karena belum lancar
membaca, tapi setelah dibimbing Bu Tika, saya jadi berani dan makin semangat,”
ungkap salah satu peserta majelis taklim.
Kegiatan yang berlangsung selama
satu jam ini tidak hanya berisi pembinaan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga
mengandung nilai spiritual yang kuat. Setiap kesalahan dibenahi dengan
kesabaran, setiap keberhasilan disambut dengan senyum dan ucapan syukur.
Suasana yang teduh dan penuh kasih membuat majelis taklim sore itu terasa istimewa.
Melalui kegiatan ini, PAI Dumai
Kota berharap semangat mencintai dan mempelajari Al- Qur’an terus tumbuh di
tengah masyarakat. Program ini bukan sekadar memberantas buta aksara, tetapi
membangun kesadaran bahwa Al- Qur’an adalah sumber ketenangan dan pedoman
hidup. “Siapa yang menjadikan Al- Qur’an sebagai sahabat dalam hidupnya, maka
Allah akan angkat derajatnya,” tutup Nur Indiantika penuh makna. (Athifa/Arief)