Pangkalan Kerinci (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan Kerinci kembali menghadirkan sebuah terobosan dalam pelayanan bimbingan perkawinan. Melalui program inovatif bertajuk “Skill UMKM Catin”, KUA berupaya membekali pasangan calon pengantin (catin) dengan keterampilan praktis di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Nikah KUA Kecamatan Pangkalan Kerinci pada Kamis (6/11/2025) ini berlangsung penuh antusiasme. Acara tersebut secara resmi dilaunching oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Iswadi Yazid, mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pelalawan. Hadir pula para staf Bimas Islam, penyuluh agama Islam, serta para peserta yang merupakan calon pengantin dari berbagai kelurahan di Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Pangkalan Kerinci Sudur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KUA dalam memberikan layanan bimbingan perkawinan yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual dan emosional, tetapi juga aspek ekonomi keluarga. Menurutnya, calon pengantin perlu memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif dalam mengelola kehidupan rumah tangga, termasuk kemampuan untuk berwirausaha.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kemandirian dan semangat kewirausahaan kepada para calon pengantin. Mereka kami ajarkan cara membuat salah satu kuliner khas Melayu, yakni kue jala, sebagai contoh produk yang bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan,” ujar Sudur.
Program Skill UMKM Catin ini mendapat sambutan positif dari peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga praktik langsung membuat kue jala, makanan khas Melayu yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Kegiatan ini dipandu langsung oleh penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Pangkalan Kerinci, yang juga berperan sebagai fasilitator dan mentor dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis rumah tangga.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Pelalawan Iswadi Yazid, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan KUA Pangkalan Kerinci. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program transformasi layanan KUA yang dicanangkan Kementerian Agama untuk menjadikan KUA sebagai pusat layanan keagamaan dan pemberdayaan umat.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan KUA Pangkalan Kerinci. Program seperti ini tidak hanya memperkuat kesiapan calon pengantin dari sisi keagamaan, tetapi juga membantu mereka membangun kemandirian ekonomi keluarga. Inilah wujud nyata hadirnya Kemenag di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian hasil praktik kue jala kepada peserta. Para calon pengantin tampak antusias dan menyambut baik program ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan variasi keterampilan lainnya.
Dengan hadirnya program Skill UMKM Catin, KUA Pangkalan Kerinci membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menjadi tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi KUA lain di Kabupaten Pelalawan dalam memperkuat layanan publik dan membangun keluarga Indonesia yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.(dbs)