0 menit baca 0 %

Berantas Buta Aksara AL-Qur'an Heni Listri Susanti, Hidupkan Magrib Mengaji.

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Heni listri susanti. S.H.I,, penyuluh agama islam honorer (PAH), yang bertugas di Kecamatan Tebing Tinggi Laksanakan kegiatan maghrib mengaji untuk anak-anak dan remaja, yang di laksanakan setiap malam.Kegiatan menghidup kan maghrib mengaji  ini dilaksanakan dalam rangka menanamka...

Meranti (Inmas) - Heni listri susanti. S.H.I,, penyuluh agama islam honorer (PAH), yang bertugas di Kecamatan Tebing Tinggi Laksanakan kegiatan maghrib mengaji untuk anak-anak dan remaja, yang di laksanakan setiap malam.

Kegiatan menghidup kan maghrib mengaji  ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan al-qur’an di dalam dada dan jiwa para generasi muda dan sebagai salah satu cara untuk memberantas buta aksara al-qur’an di tengah-tengah masyarakat kecamatab tebing tinggi.

Setelah pelaksanaan magrib mengaji, biasanya melakukan bimbingan shalat dan bimbingan ilmu keagamaan, dan dalam kesempatan kali ini beliau menerangkan tetang hukum do'a iftitah dalam sholat.

“membaca do’a iftitah adalah sunah, namun bila mana seorang muslim meninggalkan dalam sholat maka sholatnya akan tetap sah dan tidak bata,  tetapi tidak akan dapat pahala sunnah dari bacaan doa iftitah”.berdasarkan hadist riwayat muslim no 399 , abu daud no 775 dan tirmidzi no 242. Jelas heni.

Dalam hal ini, Heni juga menjelaskan tentang macam-macam bacaan do’a iftitah berdasarkan hadist riwayat bukhori  no 744 dan muslim no 598, serta hadist riwayat abu daud no 651. (Heni/Tim Inmas)