0 menit baca 0 %

Berantas Buta Aksara Al Qur'an M. Isam Ajarkan Melalui Metode Iqra'

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam Upaya meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya. Melalui program pemberantasan buta aksara Al-Qur an, Penyuluh Agama Islam Muhammad Isam melaksanakan kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur an di S...

Kuansing (Kemenag)– Dalam Upaya meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya. Melalui program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, Penyuluh Agama Islam Muhammad Isam melaksanakan kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an di Surau Nurul Jadid, Desa Kampung Baru Sentajo, Kamis (18/9).

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat, baik anak-anak maupun orang dewasa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an. Dengan metode pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami, Muhammad Isam membimbing peserta untuk mengenal huruf hijaiyah, memperbaiki makhraj, serta melatih kelancaran membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dalam keterangannya, Muhammad Isam menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab penyuluh agama untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

"Membaca Al-Qur’an adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Karena itu, kami hadir memberikan bimbingan agar masyarakat mampu membaca dengan baik dan benar, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, S. Fil. I,MH. Ia menilai pemberantasan buta aksara Al-Qur’an sangat penting, terutama di era modern saat ini, agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Penyuluh Agama Islam dalam mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi umat,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta merasa terbantu dengan adanya bimbingan ini, karena bisa belajar secara langsung dengan pendampingan yang terstruktur.

Dengan adanya program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Surau Nurul Jadid ini, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat serta menjaga tradisi keagamaan yang kuat di Desa Kampung Baru Sentajo.(RDW)