0 menit baca 0 %

Berantas Buta Aksara Qur'an, Ini yang dilakukan Penyuluh Islam Non PNS di Kuantan Hilir

Ringkasan: Kuansing (Inmas) - Bagaimana mau memahami Al-Qur'an jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkannya. Umat Islam harus peduli masalah ini, betapa banyaknya orang yang tidak bisa membaca Al-Qur'an. Hal ini menjadi fokus pembinaan salah satu Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Kuantan...
Kuansing (Inmas) - Bagaimana mau memahami Al-Qur'an jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkannya. Umat Islam harus peduli masalah ini, betapa banyaknya orang yang tidak bisa membaca Al-Qur'an. Hal ini menjadi fokus pembinaan salah satu Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Kuantan Hilir.

Menyikapi hal tersebut "Permasalahan semacam ini dibutuhkan kepedulian semua pihak agar jumlah santri yang belum paham Baca Tulis Quran (BTQ) dapat diminimalisir, sehingga pengamalan nilai-nilai kandungan Ayat Suci Al-Qur'an terus membumi."Ungkap Zulkanadi, M.Pd Penyuluh Agama Islam Non PNS saat melakukan bimbingan Penyuluhan di Mushallah Nurul Falah Desa kampung medan (Sabtu, 02/03/24).

Zulkanadi adalah seorang PAI Non PNS Pada KUA Kecamatan Kuantan Hilir yang melakukan Pengentasan Buta Aksara Qur'an menyatakan pembinaan (BTQ) merupakan tanggung jawabnya Selaku Penyuluh Agama Islam di wilayah binaannya.

Bentuk program pemberantasan buta huruf Al Quran yaitu pembinaan pada pendidikan anak usia dini, pada TPA/TPQ sebagai pembentuk generasi bangsa yang Qur'ani.

Dikarenakan, anak usia dini akan lebih cepat dalam menyerap dan memahami khususnya huruf Al Quran.

Kegiatan ini Dalam upaya membumikan dan meningkatkan kecintaan serta memahami isi dari kandungan Al-Qur'an, Kementerian Agama sebagai lembaga yang mempunyai tugas di bidang pembinaan umat.

Selain anak usia dini yang menjadi sasaran pembinaan, remaja dan orang tua juga menjadi target untuk bisa membaca Al-Quran, dan ini merupakan sebuah tantangan bagi penyuluh kedepannya. (Zul)