0 menit baca 0 %

Berdayakan Tanah Wakaf, Kemenag Taja Orientasi Pendataan Nazhir

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan tanah wakaf oleh pengelola tanah wakaf (Nazhir) di Provinsi Riau, Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerjasama dengan Kemenag Provinsi Riau menggelar Orientasi Pendataan Nazhir Angakatan II Provinsi Riau Tahun 2010 di Hotel Muti...
Pekanbaru (Humas)- Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan tanah wakaf oleh pengelola tanah wakaf (Nazhir) di Provinsi Riau, Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerjasama dengan Kemenag Provinsi Riau menggelar Orientasi Pendataan Nazhir Angakatan II Provinsi Riau Tahun 2010 di Hotel Mutiara Merdeka selama tiga hari, yaitu Senin - Rabu 19-21 Juli 2010. Kepala Bidang Penyelenggara Haji, Zakat dan Wakaf (Kabid Hazawa) Kemenag Riau, Drs H A Jalaluddin, Senin (19/7) mengatatakan, Orientasi Pendataan Nazhir Angkatan II Provinsi Riau tahun 2010 diikuti 40 orang peserta dari bidang penyelenggara tanah wakaf dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kemenag Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau. Serta staf bidang penyelenggara Hazawa Kemenag Riau. "Tanah wakaf yang ada di Riau cukup banyak namun belum termanfaatkan secara optimal, sehingga belum dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itulah, melalui dana DIPA Direktur W akaf Pusat orientasi ini digelar di Riau," ungkap Jalaluddin. Menurutnya, dalam orientasi tersebut akan dibahas tentang kompilasi hukum dan upaya pengentasan kemiskinan, kebijakan teknis permberdayaan tanah wakaf, klarifikasi pendataan nazhir dan urgensi pendataan nazhir berbasis data. Dengan demikian dapat diketahui berapa banyak jumlah nazhir dan mengetahui kemampuan para nazhir dalam mengelola tanah wakaf dalam rangka mewujudkan strategi pengembangan tanah wakaf melalui nazhir yang profesional dan akuntabel, jujur dan amanah. "Melalui orientasi ini kita berharap dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan tanah wakaf selama ini. Sehingga tanah wakaf yang cukup banyak tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat," tutupnya. (msd)