Bengkalis (Inmas) - Diharapkan kepada Warga Madrasah Tsanawiyah
Negeri untuk berhati-hati karena terdapat kabar dibuat resah dengan beredarnya
daftar list Renovasi sejumlah MTs di Provinsi Riau. Daftar yang di keluarkan
oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut mengatas namakan Kementerian
Agama Pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd membenarkan
beredarnya daftar List tersebut.
"Benar, saya juga
menerima Daftar list renovasi beberapa Madrasah di Riau dari beberapa madrasah,
terkait data itu tidak benar dan itu merupakan infornasi hoaks. Penyebar list
bahkan meminta sejumlah uang untuk madrasah penerima renovasi".
Muliardi juga berpesan
kepada Madrasah yang menerima informasi
tersebut dan tidak akurat seperti ini agar segera melakukan konfirmasi
pada Kemenag Kab/Kota atau Kanwil Kemenag Riau.
"Saya harap Kepala
Madrasah lebih berhati - hati dengan berita hoaks yang mengiming - imingkan
bantuan madrasah apalagi harus membayar, anggaran Kementerian Agama jelas
sebagaimana tertera pada Daftar Isian Pelaksana Anggaran masing - masing satuan
kerja, jika diluar tersebut berarti hoaks".
Sementara itu Fungsional
Perencana Kanwil Kemenag Riau Andry Faisal mengatakan bahwa list tersebut
adalah informasi hoaks dan tidak perlu ditanggapi.
"Jika ada penambahan
anggaran dari pusat, dari perencana akan melakukan pendataan dan pemberitahuan
melalu perencana Kemenag Kab/Kota. Ada prosedur yang harus dilalu dan harus
dipenuhi, terutama harus terdaftar pada aplikasi sarpras Ditjen Pendidika.
Islam Kemenag RI".
Mengetahui akan hal tersebut
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Lukman mengatakan “Memang benar ada yang
mengatasnamakan Kementerian Agama dan itu tertuju kepada Pendidikan Madrasah. Saya sarankan sebaiknya kepada pihak madrasah untuk tetap
berwaspada karena itu tidak benar. Bila terdapat keraguan akan sesuatu hal terkait
madrasah jangan mudah percaya dan bisa datang ke bagian seksi pendidikan madrasah
Kantor Kementerian Agama Kab. Bengkalis untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Dari daftar list tersebut
terdapat 41 Madrasah yang dijanjikan orang tidak bertanggung jawab.