Rokan Hilir (Inmas) - Sebagai seorang Penyuluh Agama Islam yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan penyuluhan agama atau siar agama kepada masyarakat, Waliono, S.Sos.I yang merupakan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekaitan aktif dalam hal tersebut.
Majelis Taklim Al Aqidatun adalah salah satu dari beberapa Majelis Taklim binaan yang rutin disuluh setiap minggunya. Pada Jumat sore (31/05/2024) Waliono melakukan Penyuluhan menyampaikan 3 Nasehat Rasulullah kepada Ayub Al Anshari.
Mengawali penyampaiannya Waliono mengajak Jamaah Majelis Taklim yang beranggotakan 50 Jamaah tersebut selalu memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah sang khalik berikan.
Masuk pada pokok kajiannya Waliono menceritakan tentang 3 Nasehat Rasulullah Kepada Ayub Al Anshari dan menjelasakan kepada Majelis Taklim yang berada di Jl. Suka Maju Kepenghuluan Peadamaran SK 7 tersebut diawali dengan sebuah hadis.
Dalam sebuah hadis yg diriwayatkan dari sahabat Abu Ayub Al Anshari beliau adalah sahabat utama yg telah masuk islam sejak islam datang, dalam hadis tersebut Abu Ayub Al Anshari mengantakan telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah, lalu orang tersebut berkata: Ya Rasululullah beri aku nasehat yg pendek dan ringkas, lalu Rasulullah bersabda:
Lalu ia menjelaskan kepada jamaah Majelis Taklim Al Aqidatun tentang nasehat Rasulullah yang diberikan kepada Ayub Al Anshari, adapun nasehat tersebut adalah: Pertama, Ketika kamu akan melaksanakan shalat maka jadikanlah shalatmu itu seolah-olah shalat yg terakhir untukmu.Â
"Pernyataan Rasulullah yg singkat ini seolah-olah mengingatkan kita bersama, betapa pentingnya kualitas sebuah ibadah Kepada Allah, betapa ibadah tidak boleh dikerjakan asal-asalan, ibadah tidak boleh dikerjakan hanya sebatas menggugurkan kewajiban tetapi ibadah setiap kali ada kesempatan hendaknya dilakukan dengan maksimal", terangnya.
ia melanjutkan nasehat yang ke 2 adalah: "Jangnlah kamu berkata dengan pembicaraan yg menyebabkan kamu nnti minta maaf di dihari yg akan datang. Betapa pentingnya menjaga lisan jangn sampai ucapan menyinggung perasaan saudara kita, pribahasa arab mengatakan, Al lisanu shokhirul jirmi katsirul jurmi. Bahwa lisan itu kecil bntuknya akan tetapi besar dampak akibatnya" Ucapnya.
Dan nasehat Rasulullah kepada Ayub Al Anshori yang terakhir adalah: Jangn pernah berharap dengn apa yg dimliki manusia, krna berharap dengn manusia kebanyakan hanya akan menimbulkan kekecewaan. Berharaplah hanya kepada Allah semata, Karena Allah sebaik-baik pemberi segalanya.
Diakhir kajiannya ia mengajak jamaah untuk menjadikan apa yang disampaikan sebagai pelajaran dan berharap dapat dilaksanakan didalam kehidupan sehari-hari hari. (Humas)