0 menit baca 0 %

Berikan Bimbingan Pra Nikah, PAI Ajak Catin Memaknai Rumah Tangga sebagai Ladang Pahala

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangko kembali melaksanakan Bimbingan Pra Nikah bagi Calon Pengantin (Catin), Rabu (22/10/2025). Adapun Pemateri dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam (PAI) serta tim dari Puskesmas.Kegiatan ini menjadi...

Rokan Hilir (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangko kembali melaksanakan Bimbingan Pra Nikah bagi Calon Pengantin (Catin), Rabu (22/10/2025). Adapun Pemateri dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam (PAI) serta tim dari Puskesmas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam membekali pasangan muda dengan pemahaman keagamaan dan kesiapan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Salah seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) yang turut memberikan materi adalah Suriyah. Dalam pemaparannya, Ia mengajak para catin untuk memaknai rumah tangga bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi sebagai ladang ibadah dan pahala yang terus mengalir.

"Rumah tangga itu bukan hanya tempat berbagi cinta, tetapi juga tempat menanam amal. Di dalamnya ada sabar, ada syukur, ada tanggung jawab, dan semua itu bernilai pahala jika dijalani dengan niat yang benar," ujar Suriyah di hadapan lima pasang catin.

Selain menjelaskan makna rumah tangga sebagai ladang pahala, Suriyah juga membawakan materi seputar doa dan etika berhubungan suami istri dalam Islam. Ia menegaskan bahwa hubungan suami istri bukan hanya pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga bagian dari ibadah yang berpahala jika dilakukan sesuai tuntunan agama.

Dalam pemaparannya, Suriyah menyampaikan bahwa sebelum berhubungan intim disunnahkan membaca doa. Lalu, Ia membimbing catin tentang doa tersebut. Kemudian Ia juga menjelaskan bahwa doa tersebut bertujuan agar hubungan suami istri bernilai ibadah dan dijauhkan dari godaan setan, serta agar keturunan yang dihasilkan menjadi anak yang saleh dan salehah.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan pentingnya etika dan adab dalam hubungan suami istri yang harus di pahami oleh setiap catin di antaranya : Diawali dengan kasih dan komunikasi yang baik, bukan dengan paksaan atau kemarahan ; Menjaga kebersihan dan penampilan; Tidak membuka aib atau menceritakan urusan ranjang kepada orang lain; Menjaga waktu dan kondisi, terutama ketika salah satu sedang tidak dalam keadaan suci; Menanamkan rasa saling ridha, karena hubungan yang didasari cinta dan saling pengertian akan membawa ketenangan dan keberkahan.

"Islam tidak hanya mengatur akad nikah, tapi juga membimbing bagaimana suami istri berinteraksi dengan penuh kasih, menghormati satu sama lain, dan memulai segala sesuatu dengan doa," tutupnya. 

Dengan penyampaian yang tenang dan mudah dipahami, Suriyah memaparkan materi dengan jelas serta memberikan kesempatan kepada para catin untuk bertanya dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. (Sy/Humas)