0 menit baca 0 %

Berikan Binaan, Penyuluh Agama Tekankan Adab-adab Bermajelis Taklim

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Batu Hampar, Syafruddin, kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan kepada para jemaah perwiritan ibu-ibu Musala Al-Ikhlas. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di rumah salah seorang jamaah yang berlokasi di Parit...

Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Batu Hampar, Syafruddin, kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan kepada para jemaah perwiritan ibu-ibu Musala Al-Ikhlas. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di rumah salah seorang jamaah yang berlokasi di Parit 5, Sungai Sialang.

Dalam pembinaan tersebut, Syafruddin mengangkat tema penting mengenai adab-adab dalam bermajelis taklim, mengingat majelis taklim merupakan ruang belajar dan sarana memperkuat keimanan yang membutuhkan kesungguhan serta etika yang baik.

Syafruddin menyampaikan bahwa seorang penuntut ilmu tidak hanya dituntut datang dan mendengar, tetapi juga memahami tata cara menghadiri majelis taklim sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu, pengajar, dan sesama jamaah.

Syafruddin menyampaikan beberapa poin penting terkait persiapan diri sebelum memasuki majelis di antaranya: meluruskan niat, datang dengan tujuan mencari ridha Allah SWT dan memperbaiki diri menjaga kebersihan, termasuk berwudu dan mengenakan pakaian yang sopan serta menutup aurat serta datang tepat waktu, agar tidak mengganggu jalannya majelis dan dapat menempati tempat duduk secara tertib.

Lebih lanjut, Syafruddin menguraikan sikap seorang penuntut ilmu ketika majelis sedang berlangsung. Ia menekankan pentingnya menyimak dengan tenang tanpa berbicara sendiri atau mengganggu jamaah lain, duduk dengan sopan dan khidmat, menjaga kenyamanan orang di sekitar, mencatat ilmu sebagai bentuk kesungguhan dalam belajar, bertanya dengan adab, yakni pada waktu yang tepat dan dengan bahasa yang santun serta menghormati pengajar dan sesama, sehingga suasana majelis tetap kondusif dan penuh keberkahan.

Di akhir penyampainnya, Syafruddin mengingatkan jemaah agar tidak menjadikan majelis taklim sekadar rutinitas, tetapi mengamalkan ilmu yang telah didapat. Ia mengajak jamaah untuk: Mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, Menyebarkan kebaikan dengan cara yang bijak dan Menutup majelis dengan doa, memohon keberkahan dari ilmu yang telah dipelajari.

"Jangan jadikan majelis taklim hanya sebagai rutinitas. Ilmu yang kita dapatkan hari ini harus diamalkan, disebarkan dengan cara yang bijak, dan ditutup dengan doa agar Allah memberi keberkahan pada setiap langkah kita," ujarnya. 

Melalui pembinaan ini, Syafruddin berharap agar jamaah semakin memahami pentingnya menjaga adab dalam menuntut ilmu sehingga majelis taklim benar-benar menjadi wadah untuk menumbuhkan ketakwaan dan memperbaiki akhlak. (Sf/Humas)Â