0 menit baca 0 %

Berikan Kajian Keislaman di LP Wanita Kelas II Pekanbaru, Penyuluh Agama Islam Sampaikan Persiapan Diri Menyambut Ramadhan

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)- Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru yang terdiri dari Budi Hidayat, Masrizal, Roheliza, Saptunis, dan Azhariyah memberikan kajian keagamaan terkait persiapan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan kepada warga binaan di lapas Wanita Kelas II Kota Pekan...

Pekanbaru (Kemenag)- Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru yang terdiri dari Budi Hidayat, Masrizal, Roheliza, Saptunis, dan Azhariyah memberikan kajian keagamaan terkait persiapan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan kepada warga binaan di lapas Wanita Kelas II Kota Pekanbaru pada Kamis (06/02/2025).

Pada kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam ini lebih lanjut menjelaskan terkait permasalahan akidah, Syariah, Tasawuf, dan Amaliyah di bulan Sya’ban, serta kajian terkait persiapan diri dalam menyambut bulan Ramadhan. Menurut salah satu Penyuluh Agama, kedatangan ke Lapas tersebut merupakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang secara rutin dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Roheliza selaku Moderator memandu kegiatan pembinaan, serta kemudian dilanjutkan pemberian kajian oleh rekan-rekan penyuluh lainnya.

Lebih lanjut, Budi Hidayat  selaku Penyuluh Agama menjelaskan kajian tentang Amaliyah di bulan syakban. Ia mengatakan bahwa terdapat berbagai amalam di bulan Sya’ban yaitu salah satunya persiapan menuju Ramadhan. " Ibu-ibu sekalian harus memperbanyak puasa sunnah,  perbanyaklah doa di bulan syakban agar Allah SWT sampaikan ke bulan Ramadhan, serta perbanyak sholawat,  dan mengamalkan sholat sunnah rawatib yang mengiringi sholat fardhu." ujar Budi Hidayat.

Kemudian kajian tersebut dilanjutkan oleh Masrizal yang menyampaikan materi tentang syarat-syarat puasa Ramadhan.

“Adapun syarat-syarat puasa itu Islam, balig, ber akal, mumayiz,  telah hadir bulan puasa dengan ruqyah hilal,  ber muqin di suatu negeri tidak sedang musafir, kemudian rukun puasa berniat di malam hari dan mampu menahan lapar dan haus serta membatalkan puasa dari terbit fajar hingga malam hari, adapun sunnah berpuasa adalah berbuka puasa dengan menyegarkan jika sudah adzan magrib di suatu tempat dimana ia tinggal. Saya berharap ibu-ibu sekalian memperbanyak doa, membaca doa puasa ,  makan dan minum sahur dan doa di waktu sahur serta memperbanyak sedekah dan di akhir Ramadhan usahakan untuk beriktikaf,” Ujar Masrizal.

Selain itu,  Azhariah juga turut menyampaikan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan minum dengan sengaja,  haid, nifas, murtad dan lainnya, serta disambung oleh Saptunis yang juga menjelaskan bahwa yang membatalkan pahala puasa seperti berbohong, menggunjing,  fitnah, maling, dan lainnya.

Para warga binaan di LP Wanita tersebut sangat berantusias dalam mendengarkan setiap penjelasan yang dipaparkan oleh para penyuluh agama Islam tersebut.