0 menit baca 0 %

Berikan Pembinaan di Majelis Taklim Musala Nurul Iman, PAI Tekankan Pentingnya Bermasyarakat dan Berorganisasi

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Rabu, (15/10/2025) sore, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bangko, Suriyah, kembali memberikan pembinaan terhadap kelompok binaannya, Majelis Taklim Musala Nurul Iman yang berlokasi di Jl.  Karya, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.Pembinaa...

Rokan Hilir (Kemenag) - Rabu, (15/10/2025) sore, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bangko, Suriyah, kembali memberikan pembinaan terhadap kelompok binaannya, Majelis Taklim Musala Nurul Iman yang berlokasi di Jl.  Karya, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.

Pembinaan kali ini mengangkat tema "Pentingnya Bermasyarakat dan Berorganisasi di Era Modern", sebagai upaya memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah arus perubahan zaman. Kemajuan zaman yang semakin maju dan canggih sudah banyak mengalami perubahan dan pergeseran nilai nilai dalam tatanan kehidupan d masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Suriyah menegaskan bahwa kehidupan bermasyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran organisasi dan kebersamaan antarwarga.

"Kemajuan zaman yang semakin pesat telah mengubah banyak hal, termasuk cara kita berinteraksi dan berperan di tengah masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga nilai-nilai sosial, saling peduli, dan aktif dalam kegiatan organisasi agar tidak tergerus oleh perubahan," ujarnya dihadapan 23 orang jemaah.

Ia menjelaskan, kegiatan bermasyarakat dan berorganisasi tidak sekadar wadah berkumpul, tetapi media pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai sosial. Melalui organisasi, seseorang belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

"Dengan berorganisasi, kita belajar menjadi pribadi yang lebih peduli, pribadi yang percaya diri, lebih tangguh, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Organisasi adalah ruang belajar sosial yang menumbuhkan kepekaan, solidaritas, serta wadah mengembangkan ketrampilan dan memperluas jaringan," tambahnya.

Lebih lanjut Suriyah mengatakan bahwa, kemajuan masyarakat hanya bisa dicapai jika warganya mau bersatu, bekerja sama, dan berkontribusi aktif.

"Harapan kami, ibu-ibu semua tidak hanya memahami makna kebersamaan, tetapi juga menjadi penggerak dalam memperkuat kehidupan sosial yang berakhlak dan penuh kepedulian," tuturnya.

Pembinaan ini disambut hangat oleh para anggota majelis taklim. Mereka antusias mengikuti sesi diskusi dengan aktif mengajukan beberapa pertanyaan.

Diiharapkan dari pembinaan ini dapat menumbuhkan kesadaran partisipatif masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis, damai, dan saling menghargai. (SyHumas)