0 menit baca 0 %

Berikan Pembinaan, Efrion Efni Sampaikan Enam Teknik Atasi Malas

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Efrion Efni memberikan pembinaan pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, bertepatan dengan digelarnya Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Canva pada MTsN 2 Kuantan Singingi, Rabu (12...

Kuansing (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Efrion Efni memberikan pembinaan pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, bertepatan dengan digelarnya Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Canva pada MTsN 2 Kuantan Singingi, Rabu (12/02/2025). 

Efrion Efni dalam sambutannya menyampaikan kepada para pegawai khususnya pegawai di MTsN 2 Kuantan Singingi untuk selalu disiplin dalam melaksanakan tugas kedinasan, tetap taat aturan taat disiplin serta masuk ataupun pulang tepat. 

Lebih lanjut, Efrion Efni menyampaikan kinerja para pegawai harus sesuai dengan aturan yang berlaku di Kementerian Agama, karena sudah jelas diatur didalamnya. Alangkah baiknya jika kerja dilandaskan dengan ketulusan dan keikhlasan hati supaya apa yang diperoleh dari kerja mendapatkan keberkahan.

“Malas adalah salah satu tantangan yang paling sering menurunkan kedisiplinan. Saya pernah membaca ada enam teknik dari jepang yang dikembangkan untuk mengatasi rasa malas yang isinya relevan dengan nilai-nilai islam dan filsafat,” jelas Efrion Efni. Enam teknik tersebut, diantaranya:

1. Ikigai: Alasan Hidup 

Ikigai ini dapat membantu muslim menyeimbangkan dunia dan akhirat

2. Kaizen: Perbaikan berkelanjutan

Prinsip ini sejalan dengan konsep istiqomah yaitu konsisten dalam kebaikan 

3. Shoshin: Pikiran pemula

Keterbukaan dan rasa yang ingin tahu dalam mempelajari hal baru

4. Harahachibu: Makan secukupnya

Islam mengajarkan pola makan moderat

5. Pomodoro: Manajemen waktu

Shalat lima waktu mengajarkan manajemen waktu yang disiplin

6. Wabisabi: Keindahan dalam ketidaksempurnaan " mengajarkan penerimaan dalam ketidaksempurnaan," kata Efrion Efni. (Gs)