0 menit baca 0 %

Berita Pertemuan dan Pembinaan Perdana Kepala KUA Kec. Bengkalis Tahun 2025

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag)- 16 Januari 2025 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis, Suhardi, S.Ag, menggelar pertemuan dan pembinaan perdana bersama para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis pada hari ini. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor KUA, dimulai jam 08.30 sd 10.

Bengkalis (Kemenag)- 16 Januari 2025 – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis, Suhardi, S.Ag, menggelar pertemuan dan pembinaan perdana bersama para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis pada hari ini. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor KUA, dimulai jam 08.30 sd 10. 30 wib, dengan agenda utama penguatan koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas bimbingan dan penyuluhan.

Dalam pembinaan tersebut, Suhardi menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat. Berikut adalah beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan:

1. Pembagian Wilayah Bimbingan dan Penyuluhan, untuk memastikan pelayanan keagamaan yang merata, dilakukan pembagian wilayah kerja kepada masing-masing penyuluh agama Islam. Hal ini bertujuan agar setiap wilayah mendapatkan perhatian khusus sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.

2. Surat Tugas Bimbingan dan Penyuluhan. Kepala KUA menegaskan pentingnya legalitas dan kejelasan tugas para penyuluh melalui penerbitan surat tugas resmi. Dengan surat tugas tersebut, penyuluh diharapkan lebih percaya diri dalam melaksanakan amanah di tengah masyarakat.

3. Zakat (mencakup zakat Maal, Fitrah) dan Peserta Qurban dari Masing-Masing Rumah Ibadah. Salah satu agenda utama adalah pengelolaan zakat fitrah dan pendataan peserta qurban dari masjid dan mushola di wilayah Kecamatan Bengkalis. Data ini akan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi kegiatan ibadah di masa mendatang.

4. Pendataan Majelis Ta’lim. Dalam rangka memperkuat pemberdayaan umat, dilakukan pendataan majelis ta’lim di setiap desa. Data tersebut akan digunakan untuk memonitor kegiatan keagamaan sekaligus menentukan program pembinaan yang sesuai.

5. Pembahasan Lain-lain yang Dipandang Perlu. Diskusi juga mencakup berbagai hal yang dianggap penting, seperti wakaf, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, peningkatan kualitas bimbingan pernikahan, dan kolaborasi dengan lembaga terkait untuk program sosial dan keagamaan.

Suhardi, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seluruh penyuluh agama terus bersemangat menjalankan tugasnya. “Semoga dengan adanya pembagian tugas yang jelas dan kerjasama yang solid, kita dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bengkalis. Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi, di mana para penyuluh menyampaikan masukan dan kebutuhan mereka dalam menjalankan tugas. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan pelayanan keagamaan di tahun 2025. (*)