Bengkalis (Kemenag) - Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Nurul Hidayah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer
(ANBK) gelombang kedua, Rabu (11/09/2024) di ruang laboratorium
komputer madrasah.
Kegiatan ANBK di MTs Nurul
Hidayah dapat dilaporkan berlangsung kondusif dan relatif aman dengan diikuti oleh peserta dari kelas
VII MTs Nurul Hidayah mulai pukul 07.30 WIB - selesai sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan
Kepala Madrasah Tsanawiyah
Nurul Hidayah, Edi Susanto menjelaskan bahwa asesmen ini bertujuan untuk
mengukur kompetensi dasar siswa, seperti literasi membaca, numerasi, serta
kemampuan pemecahan masalah.
"ANBK merupakan langkah
penting dalam mengevaluasi kualitas pendidikan yang sudah kita berikan. Kami
berharap asesmen ini dapat menjadi tolak ukur peningkatan mutu pembelajaran di
madrasah kami," ujar Edi Susanto.
Edi Susanto juga berharap
bahwa hasil dari asesmen ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang
kemampuan siswa, serta menjadi evaluasi untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran di madrasah.
“Kami berharap hasil ANBK ini
bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, baik
dari segi pembelajaran maupun fasilitas pendukung,” tutup Edi Susanto.
Pada gelombang kedua ANBK
tahun 2024 ini, Sebanyak 45 siswa
mengikuti asesmen terdiri dari dua sesi. Pengawasan ketat dilakukan oleh Tim Proktor danTeknisi Madrasah, serta didampingi
pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.
Berdasarkan pemantauan,
seluruh siswa terlihat antusias mengikuti asesmen hingga selesai. Jaringan
internet dan perangkat komputer juga berfungsi dengan baik, sehingga tidak ada
gangguan teknis yang berarti selama ANBK berlangsung.
Wakil Kepala Madrasah Bidang
Kurikulum Jumiati pula turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan
panitia pelaksana.
"Alhamdulillah, Pelaksanaan
ANBK hari ini berjalan dengan lancar. Seluruh siswa hadir tepat waktu
dan dapat menyelesaikan asesmen dengan baik. Tidak ada kendala teknis yang
berarti, sehingga kegiatan berjalan sesuai dengan harapan," ujar Jumiati.
Dalam pelaksanaannya, Kegiatan ANBK di
MTs Nurul Hidayah mengacu pada prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan
ketentuan bahwa bagi setiap peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum asesmen
dimulai untuk mengikuti pengarahan dari proktor dan teknisi. Selain itu,
protokol kesehatan juga diterapkan dengan ketat, seperti pengecekan suhu tubuh.
"Semua prosedur telah
kami laksanakan sesuai standar yang ditetapkan. Mulai dari persiapan perangkat,
jaringan internet, hingga penerapan protokol kesehatan. Ini penting untuk
memastikan kenyamanan dan keamanan peserta selama mengikuti ANBK," Jelas
Irma Kristina selaku koordinator teknis pelaksanaan ANBK di MTs Nurul
Hidayah. (*)