Kuansing (Kemenag) Kamis, 21 Agustus 2025 nuansa hijau dan sejuk menyelimuti lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi. Di tengah geliat aktivitas pelayanan dan administrasi keagamaan, ada pemandangan yang menyita perhatian yakni deretan pohon mangga di sekitar kantor tampak berbuah lebat, menebar aroma manis dan menjadi simbol berkah dari upaya menjaga harmoni dengan alam.
Fenomena ini tidak hanya dinikmati sebagai karunia alam semata, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai ekoteologi yakni kesadaran spiritual dan religius terhadap pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sebagai amanah Tuhan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon menilai keberlimpahan buah mangga di lingkungan kantor sebagai pertanda bahwa sinergi antara manusia, alam, dan Tuhan telah berjalan dengan baik. “Ini bukan sekadar pohon berbuah, tetapi pesan langit tentang pentingnya menjaga keseimbangan. Ketika kita rawat lingkungan dengan hati, maka alam pun akan membalas dengan berkah. Ini bagian dari ekoteologi, kita bukan hanya mengelola agama, tapi juga merawat ciptaan-Nya,” ungkap Suhelmon sebelum kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai rutin.
Pohon mangga yang tumbuh subur ini merupakan hasil dari komitmen pegawai kantor dalam menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta menjadikan ruang kantor sebagai tempat yang ramah lingkungan. Selain mempercantik tampilan kantor, kehadiran pohon-pohon ini juga membawa manfaat ekologis dan spiritual.
Kemenag Kuansing sendiri terus menggaungkan semangat “Penguatan Ekoteologi” sebagai bagian dari Asta Protas Kementerian Agama RI 2025-2029 Kemenag Berdampak. Gerakan ini mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan keberadaan pohon mangga yang kini tengah berbuah lebat, Kemenag Kuansing meyakini bahwa berkah bukan hanya datang dari langit, tapi juga tumbuh dari tanah yang dipelihara dengan cinta dan kesadaran spiritual. (Gs)