Bengkalis ( Kemenag )-- Kiprah pesantren dalam dunia literasi Islam kembali menunjukkan eksistensinya. Salah seorang guru Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang, Syamsul Bahri, M.Pd, mendapatkan kehormatan sebagai hakim bidang Kaidah dan Gaya Bahasa III dalam cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau, yang dilangsungkan di Kabupaten Bengkalis, Minggu, 29 Juni 2025.
Hari ini, Rabu (3 Juli 2025), Syamsul Bahri bersama jajaran Majelis Hakim resmi menyelesaikan tugas penilaian terhadap seluruh peserta cabang KTIH. Proses penilaian berlangsung ketat dan objektif, menimbang berbagai aspek seperti bobot materi, argumentasi ilmiah, serta kaidah dan gaya bahasa yang digunakan dalam karya peserta.
Dalam tugasnya, Syamsul Bahri bergabung dengan para tokoh dan akademisi terkemuka seperti Prof. Dr. H. Alaiddin Koto, MA sebagai Ketua Majelis, dan Prof. Dr. M. Darwis Hude, M.Si, pakar nasional yang turut bertugas dalam bidang logika dan pesan ilmiah.
“Semoga para juara yang terpilih benar-benar mewakili kualitas terbaik, dan dapat mengharumkan nama Riau di ajang MTQ tingkat nasional nantinya,” ujar Syamsul Bahri usai penutupan sidang majelis hakim.
Keterlibatan guru pesantren dalam forum ilmiah bergengsi ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya mencetak generasi religius, tetapi juga mampu bersaing dalam dunia akademik. Harapan besar disematkan agar kontribusi ini menjadi inspirasi bagi santri-santri untuk terus berkarya, menulis, dan menyuarakan nilai-nilai Islam melalui jalur ilmiah. Pungkas Syamsul ( Fatmi/Cicy )