Pekanbaru (Inmas) - Kemarin, Selasa, 2 Maret 2021, Bidang Akademik (BIDAKA) MAN 2 Kota Pekanbaru melaksanakan workshop pembuatan kisi dan soal hots bersama 16 guru bidang studi Ujian Akhir Madrasah (UAM).
Kegiatan ini merupakan tindaklanjut serta mempedomani Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam (DIRJEN PENDIS), No. 752 tahun 2021 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Madrasah dan No. 781 tahun 2021, tentang petunjuk teknis Penyusunan Soalย Higher Order Thingking Skills (HOTS).
Turut hadir dalam kegiatan workshop ini, Kasi Kurikulum Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd., sebagai pemateri utama, Kepala MAN 2 Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Bidaka, Mery Novikawati, M.Pd., dan 2 mentor diseminasi pembuatan kisi dan soal hots, Zepri Hidayat, S.Pd., dan Suhefni Eka Puteri, M.Pd.
Dalam paparannya, Zefri Hidayat, S.Pd., dan Suhefni Eka Puteri, M.Pd., menunjukkan teknis pembuatan kisi-kisi dan soal hots serta memberikan penekanan pada setiap guru yang membuat kisi dan soal hots, bahwa untuk tingkat Madrasah, level soal hots harus mencapai 90%.
Dr.H.Muliardi,M.Pd., dalam syarahnya juga mengingatkan bahwa, perlunya setiap guru madrasah mengerti dan memahami secara utuh tentang pembuatan soal hots ini yang tentunya berasal dari kisi-kisi soal yang sesuai standar, ungkapnya.
Guru juga harus menyadari perlunya kecakapan hidup yang harus diinternalisasi kepada siswa, menyikapi perubahan proses pembelajaran yang menumbukan daya nalar dan karakter siswa serta meningkatkan kemampuan melakukan asesmen, jelasnya lagi.
Kegiatan workshop ini, diakhiri dengan menganalisa kisi-kisi soal, kesesuaian kisi-kisi dan soal serta level soal yang dibuat oleh masing-masing guru. (caF)