0 menit baca 0 %

Bersama H. Ghufronuddin, Bedah Fikih Tawaf, Sai, Tahallul, Talbiyah, Zikir, dan Doa di Manasik Haji Kecamatan Bengkalis

Ringkasan: Bengkalis (Inmas) - Calon Jemaah Haji (CJH) Kecamatan Bengkalis semakin intensif memperkaya bekal ilmu menuju tanah suci. Memasuki hari kelima manasik haji pada Senin 22 April 2024 KUA Kecamatan Bengkalis menghadirkan H. Ghufronuddin untuk mengupas aspek fikih seputar tawaf, sai, tahallul, talbiyah,...

Bengkalis (Inmas) - Calon Jemaah Haji (CJH) Kecamatan Bengkalis semakin intensif memperkaya bekal ilmu menuju tanah suci. Memasuki hari kelima manasik haji pada Senin 22 April 2024 KUA Kecamatan Bengkalis menghadirkan H. Ghufronuddin untuk mengupas aspek fikih seputar tawaf, sai, tahallul, talbiyah, zikir, dan doa di Musholla Al Ikhlas Kemenag Bengkalis.

 

Dahniar Sumarni, S.Pd., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bengkalis, membuka sesi dengan kalam sambutan yang hangat. Ia menekankan pentingnya para CJH menggali ilmu fikih mendalam sebagai bekal melaksanakan rukun dan wajib haji dengan sempurna.

 

H. Ghufronuddin, dengan gaya lugas dan langsung mengajak para CJH menyelami inti fikih terkait Tawaf, Sai, dan Tahallul. Detail syarat, ketentuan, dan tata cara pelaksanaan ibadah tersebut dijabarkan secara gamblang, serupa peta panduan perjalanan suci para CJH.

 

Tak sekadar teori, suasana manasik haji diisi dengan sesi simulasi. H. Ghufronuddin memandu CJH mempraktekkan langsung gerakan-gerakan ibadah, seperti thawaf mengelilingi Ka'bah, sai berlari kecil antara Safa dan Marwah, serta tahallul dengan mencukur rambut.

 

Pembahasan berlanjut ke tataran talbiyah, lafaz yang menggema di tanah suci. H. Ghufronuddin menguraikan makna dan keutamaan talbiyah, serta zikir dan doa yang dianjurkan di tempat-tempat tertentu selama pelaksanaan haji. Penjelasannya bagaikan lentera yang menerangi hati para CJH dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT.

 

Sesi diskusi dan tanya jawab pun berlangsung. Para CJH antusias menggali titik-titik keraguan terkait fikih ibadah haji. H. Ghufronuddin dengan sabar menjawab setiap pertanyaan. Pemahaman fikih yang mendalam bagi CJH dalam menavigasi perjalanan spiritualnya. Melalui sesi pendalaman ilmu fikih ini, diharapkan para CJH dapat memperkaya bekal pengetahuan dan mental spiritual sebelum menginjakkan kaki di tanah suci.