0 menit baca 0 %

Bersama PAI KUA Pinggir, Doa dan Istighotsah Demi Negeri yang Damai dan Berkah

Ringkasan: Pinggir (Kemenag) Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nur Iman Pinggir pada Rabu (3/9/2025). Jamaah Majelis Taklim LAZNAS bersama Penyuluh Agama KUA Kecamatan Pinggir, Ahmad Dumairi, S.Sos.I, melaksanakan doa dan istighotsah sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan...

Pinggir (Kemenag) – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nur Iman Pinggir pada Rabu (3/9/2025). Jamaah Majelis Taklim LAZNAS bersama Penyuluh Agama KUA Kecamatan Pinggir, Ahmad Dumairi, S.Sos.I, melaksanakan doa dan istighotsah sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bangsa Indonesia.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali menguatkan tali ukhuwah, memperkokoh iman, serta meneguhkan keyakinan bahwa doa bersama memiliki kekuatan yang besar. Dengan penuh ketundukan, jamaah memohon kepada Allah SWT agar negeri tercinta senantiasa dijaga dari berbagai musibah, dilimpahi keberkahan, serta diridai dengan keamanan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Dalam tausiyahnya, Ahmad Dumairi menyampaikan bahwa istighotsah bukan sekadar ritual doa, tetapi juga bentuk nyata kepasrahan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

"Di tengah ujian dan tantangan yang dihadapi bangsa, doa istighotsah ini menjadi ikhtiar batiniah untuk memperkokoh spiritualitas kita. Doa yang dipanjatkan dengan ikhlas dari hati yang bersih, insyaAllah akan diijabah oleh Allah SWT. Semoga dari Masjid Nur Iman ini, doa-doa kita terbang ke langit, mengetuk pintu rahmat-Nya, sehingga Indonesia tercinta selalu aman, damai, dan diberkahi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para jamaah untuk terus memakmurkan masjid dan majelis taklim sebagai pusat pembinaan umat. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah besar umat Islam untuk mempererat persaudaraan, menguatkan nilai-nilai kebaikan, serta menebarkan semangat kepedulian terhadap sesama.

Suasana haru terasa ketika doa-doa dilantunkan bersama. Para jamaah menundukkan kepala dengan penuh kekhusyukan, meneteskan air mata, dan mengamini setiap kalimat doa yang dipimpin oleh Ahmad Dumairi. Kebersamaan ini menegaskan bahwa kekuatan umat bukan hanya terletak pada jumlah, tetapi juga pada kekuatan doa yang dipanjatkan secara kolektif.

Istighotsah ditutup dengan doa khusus bagi para pemimpin bangsa agar selalu diberi petunjuk dalam mengambil kebijakan, serta doa bagi seluruh rakyat Indonesia agar senantiasa hidup dalam persatuan, kedamaian, dan keberkahan.

Dari Masjid Nur Iman, doa istighotsah dipanjatkan: semoga negeri ini selalu berada dalam naungan rahmat Allah SWT, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.