0 menit baca 0 %

Bersama Yasin Al Bari, Bayu Wibisono Damanik Wakili Indonesia di MTQ Internasional ke-45 Arab Saudi

Ringkasan: Arab Saudi Semangat mengharumkan nama bangsa kembali berkobar di tanah suci. Qari muda asal Riau, Bayu Wibisono Damanik, menjadi salah satu wakil Indonesia pada ajang bergengsi King Abdulaziz International Competition for Memorizing, Reciting, and Interpreting the Holy Quran atau Musabaqah Tilawati...

Arab Saudi — Semangat mengharumkan nama bangsa kembali berkobar di tanah suci. Qari muda asal Riau, Bayu Wibisono Damanik, menjadi salah satu wakil Indonesia pada ajang bergengsi King Abdulaziz International Competition for Memorizing, Reciting, and Interpreting the Holy Quran atau Musabaqah Tilawati Quran (MTQ) Internasional ke-45 yang digelar di Arab Saudi.

Bersama Yasin Al Bari dari Kalimantan Timur yang turun di cabang hafalan 30 juz dengan bacaan dan tajwid, Bayu berkompetisi di cabang hafalan 15 juz. Mereka bergabung dengan 179 peserta dari 128 negara, dalam perhelatan yang berlangsung selama enam hari dan dibuka langsung oleh Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, Sheikh Dr. Abdullatif Al Al Sheikh, pada Sabtu (9/8/2025).

Penyelenggara menyiapkan hadiah total 4 juta riyal Saudi atau sekitar Rp16,9 miliar bagi para pemenang, serta tambahan 1 juta riyal (Rp4,2 miliar) yang akan dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka. Hadiah untuk juara pertama cabang hafalan 30 juz mencapai 350 ribu riyal, cabang hafalan 15 juz sebesar 120 ribu riyal, dan cabang hafalan 5 juz sebesar 55 ribu riyal.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau, H. Zulkifli, memberikan dukungan penuh kepada Bayu. “Kami berpesan agar Bayu dapat mempersembahkan prestasi terbaiknya, membawa nama baik Riau dan Indonesia di mata dunia. Semoga Allah memberikan kelancaran dan keberkahan. Prestasi yang di dapat nantinya menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai dan mempelajari Al-Qur’an,” ujarnya.

Zulkifli juga mengatakan kompetisi ini lebih dari sekadar lomba, ajang MTQ ini juga menjadi simbol persatuan umat Islam dunia. Melalui lantunan ayat suci, para peserta diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang Al-Qur’an dan menguatkan ukhuwah Islamiyah lintas negara.

"doa dan dukungan masyarakat Indonesia, Bayu Wibisono Damanik diharapkan dapat membawa pulang prestasi terbaik, sekaligus mengibarkan bendera merah putih di panggung kehormatan MTQ dunia".

Proses penjurian dilakukan oleh dewan juri internasional yang berasal dari Arab Saudi, Maroko, Uganda, dan Albania, memastikan kualitas penilaian yang objektif dan berstandar tinggi.