0 menit baca 0 %

Bersyarhil dengan Hati, Bertilawah dengan Jiwa: Juara Itu Kembali ke Darul Fatah

Ringkasan: Bengkalis ( Kemenag )--Dengan lantunan syarhil yang menggetarkan hati dan pemaknaan ayat yang menembus relung jiwa, tiga santri Pondok Pesantren Darul Fatah Kampar Utara kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah prestasi Kampar. Mereka berhasil meraih Juara I Cabang Syarhil Qur an pada MTQ ke-43 T...

Bengkalis ( Kemenag )--Dengan lantunan syarhil yang menggetarkan hati dan pemaknaan ayat yang menembus relung jiwa, tiga santri Pondok Pesantren Darul Fatah Kampar Utara kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah prestasi Kampar. Mereka berhasil meraih Juara I Cabang Syarhil Qur’an pada MTQ ke-43 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025 yang berlangsung di Kabupaten Bengkalis.

Mereka adalah: Muhammad Faqih Kartanegara Putra Arbi,  Muhammad Habib Al Taqi, Muhammad Alfan Zikron

Tiga pemuda Qur’ani ini tidak hanya tampil sebagai juara, tetapi juga hadir sebagai penyampai cahaya Al-Qur’an yang menggugah kesadaran umat. Suara mereka lantang namun lembut, lugas namun penuh hikmah. Setiap kalimat yang mereka utarakan dalam panggung syarhil bukan sekadar kata, tetapi pancaran ruh dari ilmu dan iman yang tertanam dalam.

Kemenangan ini bukan kebetulan. Ketiganya adalah santri teladan yang telah lama menempuh jalan dakwah dengan ketekunan luar biasa. Mereka juga hafidz 30 juz, dan telah menjuarai berbagai kompetisi tahfidz di luar MTQ.

Catatan prestasi mereka begitu gemilang:

Juara 2 MTQ Provinsi Riau 2023 di Rengat

Juara 1 MTQ Provinsi Riau 2024 di Kota Dumai

Juara 1 MTQ Kabupaten Kampar 2023 di Rumbio Jaya

Juara 1 MTQ Kabupaten Kampar 2024 di Perhentian Raja

Juara 1 MTQ Antar Pondok Pesantren se-Kabupaten Kampar 2025

Dengan prestasi ini, mereka sekali lagi membawa pulang kebanggaan untuk Kabupaten Kampar yang tahun ini masuk 6 besar MTQ Provinsi Riau 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Darul Fatah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga taman subur lahirnya dai-dai muda yang siap menebar hikmah ke seluruh penjuru negeri.

“Anak-anak ini bersyarhil bukan hanya dengan lisan, tapi dengan hati dan jiwa. Mereka adalah duta Qur’ani yang kita banggakan bersama,” ungkap Haryanto Arbi pembina Darul Fatah

Dari mushalla kecil mereka memulai, hingga panggung megah MTQ Provinsi mereka berdiri—prestasi ini menjadi penegas bahwa suara yang lahir dari keikhlasan dan ilmu, akan selalu sampai ke hati siapa pun yang mendengarnya.(  Fatmi )