0 menit baca 0 %

Bertemakan Keberagaman Budaya, Ponpes Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri Gelar Muhadhoroh Ceria

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Mengusung tema Keberagaman Budaya , Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri kembali menyelenggarakan acara Muhadhoroh ceria pada 7 - 08 September 2024 di halaman Ponpes.Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Pimpinan Pondok Muhammad Silmi Kaffah pada Sabtu sore, 7 S...

Mandau (Kemenag) – Mengusung tema “Keberagaman Budaya”, Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri kembali menyelenggarakan acara Muhadhoroh ceria pada 7 - 08 September 2024 di halaman Ponpes.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Pimpinan Pondok Muhammad Silmi Kaffah pada Sabtu sore, 7 September 2024 dengan diikuti oleh santri MTs dan MA sebagai peserta kegiatan.

Muhammad Silmi Kaffah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa percaya diri santri dalam berkomunikasi, tetapi juga mengajarkan mereka untuk menghargai keberagaman budaya.

Dimana para santri akan berpidato dalam berbagai bahasa seperti Bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Jawa, Batak, Minang, Melayu, dan Sunda. Hal ini menunjukkan kemampuan para santri dengan penuh percaya diri berpidato menggunakan berbagai bahasa sebagai bentuk cerminan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.

"Dengan memahami berbagai bahasa dan budaya, kami berharap santri mampu lebih menghargai perbedaan dan mengapresiasi kekayaan budaya yang ada di Indonesia. selain itu latihan pidato yang rutin dilakukan di pondok selama ini berjalan dengan baik, dan kegiatan Muhadhoroh Ceria menjadi ajang pembuktian serta motivasi bagi santri baru untuk ikut mengasah kemampuan mereka," ujarnya.

Kepala Kepengasuhan Ponpes Ustadz M. Afif Rohmatul Anam pula menegaskan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara berpidato kepada santri yang baru.

"Kami ingin para santri baru melihat langsung bagaimana teman-temannya sudah mampu berbicara dengan baik di depan umum dalam berbagai bahasa. Ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pembina," jelasnya. 

Sementara Mansyur Ginting selaku Ketua LPTQ Desa Petani mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Ponpes Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri dengan mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.

"Saya mengapresiasi kegitan ini dan sangat bangga melihat santri tampil percaya diri dengan beragam kemampuan bahasa. Ini bukan hanya menjadi ajang latihan pidato, tetapi juga upaya untuk menemukan bibit-bibit qori berbakat yang dapat berprestasi di ajang MTQ ke depan," ujarnya

Selain itu Muhadhoroh ceria ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat, terutama para wali santri, mengenai perkembangan pendidikan dan keterampilan santri selama menimba ilmu di pondok. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri ingin memperlihatkan bahwa latihan pidato yang diberikan kepada santri dapat membentuk mereka menjadi pribadi yang mampu berkomunikasi dengan baik dan percaya diri di berbagai situasi.

Melalui konsep keberagaman budaya, Muhadhoroh ceria di Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri menjadi wadah pengembangan keterampilan public speaking yang efektif sekaligus mempererat persaudaraan antar santri melalui penghargaan terhadap budaya dan bahasa yang berbeda. (edit by:mus)