0 menit baca 0 %

Bertempat di Masjid Al-Azhar Desa Simalinyang, Kakan Kemenag Kampar Kembali Isi Materi Manasik Haji

Ringkasan: Kampar (Humas) Setelah sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar H.Fuadi Ahmad, SH,MAB mengisi materi manasik haji untuk Jamaah Calon Haji (JCH) di 3 kecamatan, yakni Kec.Siak Hulu, Kec.Perhentian Raja, dan Kec.Kampar Kiri Hilir. Selanjutnya beliau juga mengisi materi yang serupa di Masj...

Kampar (Humas) – Setelah sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar H.Fuadi Ahmad, SH,MAB mengisi materi manasik haji untuk Jamaah Calon Haji (JCH) di 3 kecamatan, yakni Kec.Siak Hulu, Kec.Perhentian Raja, dan Kec.Kampar Kiri Hilir. Selanjutnya beliau juga mengisi materi yang serupa di Masjid Al-Azhar Desa Simalinyang, untuk JCH gabungan dari Kec.Kampar Kiri, Kec.Kampar Kiri Tengah, dan Kec.Gunung Sahilan.

Manasik Haji Tingkat Kecamatan ini diadakan pada Selasa (23/04/2024) dan dimulai ba’da zuhur. Dan dalam pengisian materi kali ini, Fuadi kembali menjelaskan seluruh rangkaian ibadah haji yang nantinya akan dilaksanakan oleh para JCH dan tentu saja tentang Haji Tamattu. 

“Pelaksanaan haji tamattu ini Bapak/Ibu harus membayar Dam. Dam maksudnya adalah membayar denda dengan menyembelih hewan kurban. Ini tidak bisa dihindari, karena kebanyakan jamaah haji Indonesia harus mengambil haji tamattu” jelas Fuadi.

Haji Tamattu adalah berhaji sebelum waktunya, mereka melakukan ihram untuk umrah langsung dari miqatnya. Usai melaksanakan ihram dan berakhir dengan tahallul atau memotong rambut para jemaah ini kemudian menunggu sampai tiba waktu haji pada hari Tarwiyah dan Arafah tanggal 8-9 Dzulhijjah. Dengan demikian, para JCH harus membayar Dam. Jika tidak mampu, maka wajib berpuasa selama 10 hari, 3 hari dikerjakan di Tanah Suci dan 7 hari lagi dikerjakan di Tanah Air.

Fuadi pada penutup materi juga mengajak para Jamaah Calon Haji bersama-sama berlatih mengucapkan bacaan Talbiyah “Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda, Wan Ni’mata Laka Wal Mulk, Laa Syariikalak” dengan arti “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu”. “Bacaan ini disarankan untuk dibaca lantang terutama untuk kaum laki-laki”, tutup Fuadi. (Cicy/Fatmi/Agus)