Bengkalis (Kemenag) - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid menerima kunjungan tiga orang petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Bengkalis guna melakukan program UKS/UKGS untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kepada anak usia sekolah khususnya siswa Kelas VII Rabu (4/9/2024) di MTs Nurul Jadid Bengkalis.
Ketigas petugas itu terdiri dari Khatijah selaku Penanggung Jawab UKS UPT Puskesmas, Yeni Sunarsih selaku Promotor Kesehatan dan T. Desy Shanty selaku Tenaga Gizi UPT Puskesmas Bengkalis.
Maksud kedatangan mereka ke MTs Nurul Jadid adalah untuk memantau
kesehatan siswa mulai dari gigi, telinga, buta warna, rabun dekat dan jauh, kesehatan
diri anak juga memantau HB siswa perempuan.
Menurut pengakuan salah satu petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Bengkalis itu, Khatijah mengungkapan "Kami berharap, program nasional yang rutin dilaksanakan di sekolah dalam setahun dua kali ini dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat tanpa ada kontrol dari pihak manapun demi kehidupan yang sehat.
Selain itu, setelah dilakukan penjaringan masih saja terdapat beberapa masalah kesehatan gigi dan HB rendah pada siswa perempuan, akan diberikan masukan kepada siswa untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan anjuran mengkonsumsi, sayur dan ikan. Kemudian pihak UPT Puskesmas Bengkalis juga akan memberikan tablet tambah darah bagi siswa perempuan untuk diminum satu kali dalam seminggu.
"Langkah selanjutnya setelah diberikan tablet tambah darah adalah tidak
dianjurkan mengkonsumsi air teh/kopi, karena minum teh/kopi pada usia remaja di pagi
hari akan menghambat penyerapan zat besi pada tubuh dan akan menyebabkan cepat
kantuk," jelasnya.
Menyikapi kunjungan tiga orang petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Bengkalis ini, Kepala MTs Nurul Jadid di wakili oleh Wakil kepala Bidang Kesiswaan Kiptiah mengungkapkan.
“Kegiatan yang dilakukan kepada siswa MTs Nurul Jadid ini merupakan kegiatan penjaringan dan merupakan salah satu bentuk wujud kerjasama antara pihak
MTs Nurul Jadid dengan UPT Puskesmas Bengkalis. Kegiatan tersebut sangat
positif karena kesehatan merupakan bagian jaminan bagaimana siswa dapat
mengikuti pembelajaran dengan baik," tambahnya.
"Bentuk
kerjasama ini tidak hanya sampai pada hari ini saja, namun progres kedepannya harus lebih luas, mungkin penjaringan kesehatan ini juga bisa dilakukan kepada majelis guru, karena
dalam melaksanakan tugasnya guru juga harus dalam keadaan fit," Harap Kiptiah. (*)