0 menit baca 0 %

Bidan Ayu Tekankan Pentingnya Kesehatan Reproduksi pada Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan XIV

Ringkasan: Mandau   (Kemenag)  Narasumber dari Tenaga Kesehatan Puskesmas Kota Duri, Bidan Ayu, hadir memberikan materi penting tentang kesehatan reproduksi dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan XIV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Air Jamban, Kamis (18/9/2025).

Mandau   (Kemenag)  – Narasumber dari Tenaga Kesehatan Puskesmas Kota Duri, Bidan Ayu, hadir memberikan materi penting tentang kesehatan reproduksi dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan XIV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Air Jamban, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 15 pasang calon pengantin yang akan segera menapaki jenjang pernikahan.

Dalam paparannya, Bidan Ayu menegaskan bahwa kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek krusial dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pasangan suami istri harus benar-benar menjaga dan memperhatikan hal ini karena menyangkut keberlangsungan keturunan dan kualitas generasi mendatang.

“Kesehatan reproduksi tidak hanya berbicara soal kesiapan fisik, tetapi juga tentang upaya menciptakan generasi yang sehat dan unggul. Generasi berkualitas akan lahir dari orang tua yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,” jelasnya.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para calon pengantin terlihat antusias dan bersemangat, khususnya ketika sesi tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan diajukan peserta seputar kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta perencanaan kehamilan.

Dengan tegas, lugas, dan tuntas, Bidan Ayu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Hal ini membuat suasana kelas semakin hidup, sekaligus membuka wawasan baru bagi para peserta tentang pentingnya pengetahuan kesehatan dalam membangun rumah tangga.

Kehadiran narasumber dari tenaga kesehatan dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman calon pengantin bahwa pernikahan bukan hanya soal kesiapan administrasi dan mental, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan. Dengan demikian, pasangan calon pengantin lebih siap membina rumah tangga yang sehat, harmonis, dan melahirkan generasi yang unggul.